
DOMPU, Lakeynews.com – Badan Khusus Perempuan (BKP) PGRI Kabupaten Dompu Masa Bakti XXII Periode 2020-2025 dilantik, Sabtu (3/4).
Acara pelantikan dilaksanakan di Aula Gedung PKK Kabupaten Dompu, dengan dihadiri Penasehat Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupatan Dompu sekaligus Ketua TP PKK Dompu Lilis Suryani Kader Jaelani, Ketua GOW Hj. Ida Faridah Syahrul Parsan Ketua Iswara dan Ketua PGRI Dompu Muhammad Asyrul Riady, S.Pd.
Menariknya, dalam acara ini kompak semua undangan memakai seragam kebesaran PGRI. Demikian pula dengan Ketua BKP Dompu Rosi, S.Pd dan 20 pengurus yang dilantik.
Lilis Suryani Kader Jaelani, menyampaikan, BKP PGRI Dompu agar menjadi mitra pemerintah bersama organisasi kewanitaan yang ada, membantu program-program pemerintah. ”Wanita PGRI harus mengambil peran penting membangun daerah menuju Dompu Masyhur,” katanya dalam sambutannya.
Menurutnya, di antara program yang bisa dilakukan yakni mendorong seluruh guru-guru wanita meningkat kompetensi dan profesionalisme, hingga terciptanya pendidikan yang berkualitas dan SDM yang unggul. ”Wanita-wanita PGRI harus tampil percaya diri. Jangan kalah dengan guru-guru lelaki,” jelas wanita yang akrab disapa Umi Lili ini.
Umi Lili sering bertanya soal kontribusi dan peran lebih tenaga pendidik wanita di daerah ini. ”Inilah momentum yang tepat untuk kebangkitan itu,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Dompu Muhammad Asyrul Riady, mengatakan, BKP merupakan salah satu anak lembaga PGRI. ”Sama kedudukannya dengan beberapa lembaga lain, seperti, YPLP (Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan), Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH), Dewan Kehormatan Guru Indonesia (DKGI) dan lainnya,” jelasnya.
Menurutnya, pengurus BKP yang dilantik hari ini sesuai surat keputusan (SK) PGRI NTB, berdasarkan pemilihan oleh pengurus PGRI Dompu. ”Pengurusnya berjumlah 21 orang dari perwakilan guru PGRI di delapan kecamatan,” paparnya.
Pria yang akrab disapa Ady ini, berharap, penguru yang dilantik bekerja secara efektif dan efisien mendukung program pemerintah. ”Ayo kita wujudkan kualitas pendidikan dan SDM guru wanita yang bermutu,” imbuhnya.
Selain itu, Ady berharap agar BKP memaksimalkan peran peningkatan kompetensi, motivasi dan kemauan belajar serta kecerdasan emosional dalam mendidik dan mengajar siswa.
”BKP Dompu bisa menjadi laboratorium dan role mode pengembangan interaksi dasar. Karena ujung tombaknya ada pada guru kelas satu dan dua sekolah dasar,” ujarnya pada Lakeynews.com.
Kepala SDN 06 Pajo ini menjelaskan, saat ini peran dan nama baik PGRI Dompu sudah benar-benar ada. ”Alhamdulillah, selama tiga bulan ini sangat luar biasa, secara respek dan tanggap kami (PGRI, red) memberikan kontribusi dan membantu meringankan beban pemerintah menangani masalah sosial kemasyarakatan, seperti bencana banjir,” tandasnya. (ady)
