
Oleh: Mulyadin, Amd.Kep *)
PADA masa pandemi ini peran perawat sangatlah penting. Wujud nyata yang dilakukan oleh perawat, melaksanakan semua tindakan keperawatan secara profesional kepada pasien untuk semua jenis penyakit. Salah satunya adalah Covid-19. Dalam pelaksanaannya tentu berkolaborasi dengan profesi lain sesuai dengan pengetahuan, tanggung jawab dan kompetensi masing-masing.
Sebagai pemberi asuhan keperawatan, perawat harus mampu melihat segala sisi kehidupan seorang pasien, dari kebutuhan dasarnya, sampai pada kebutuhan psikologi, sosial dan budaya. Mulai dari mengumpulkan data-data, menganalisa data, sampai pada mengevaluasi data sebagai laporan akhir setiap perkembangan pasien adalah sistematika tanggung jawab yang harus dilakukan tanpa harus saling mendahului. Sebagai edukator, perawat membantu pasien dan keluarga mendapatkan hak-haknya sebaik mungkin atas pelayanan kesehatan, seperti hak mengetahui informasi penyakit dan lain-lainnya.
Setahun sudah perawat sangat disibukkan dengan penyakit misterius Covid-19. Menyandang status sebagai garda terdepan, beban psikologis dan risiko tertular dikesampingkan demi tugas dan tanggung jawab besar. Disaat semua orang dianjurkan untuk di rumah saja, sekolah dan bekerja pun di rumah, perawat bekerja siang dan malam tanpa henti demi menangani serta memutus rantai penularan Covid-19.
Perjuangan ikhlas perawat dalam merawat bangsa tersebut diuji dengan berbagai opini antara rasa percaya dan tidak percaya oleh masyarakat. Perawat seringkali menjadi sasaran emosi, padahal apa yang sudah dilaksanakan adalah berpedoman pada Tatalaksana Covid-19 Revisi I sampai dengan Revisi V yang sudah dikeluarkan pemerintah.
Memang benar segala pekerjaan tetap akan selalu dibebankan pada ahlinya. Apa yang dikerjakan adalah sesuai dengan tugas dan fungsi profesi untuk membangun bangsa yang sehat dan bekerja produktif tanpa adanya hambatan kesehatan. Pentingnya kekuatan pikiran, ilmu, konsep, dan keahlian perawat ini sangat dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai penerima layanan kesehatan. Bekerja ikhlas tanpa ragu dan atas dasar cinta dan tanggung jawab adalah konsep perawat dalam memberi pelayanan.

Konsep “Perawat hebat, rakyat sehat” sesuai dengan tema HUT Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang ke-46 Tahun 2020 lalu menjadikan perawat lebih hebat, kuat, tegar dan profesional dalam menangani wabah pandemi Covid-19. Belum selesai Covid-19, perawat dituntut untuk semaksimal mungkin bersiap dan bersiaga dalam menghadapi penyakit berbasis lingkungan dimusim hujan yakni Demam Berdarah. Penyakit yang kian menjadi momok keluarga dan masyarakat ini tentu melibatkan perawat dalam usaha pencegahan dan pemberantasan penyakit.
Perawat Tangguh, Indonesia Bebas Covid-19 dan Masyarakat Sehat adalah tema yang diusung oleh organisasi perawat nasional Indonesia dalam ulang tahunnya yang ke-47 yang jatuh pada tanggal 17 Maret 2021. Dengan tema tersebut tentu akan menjadi tanggung jawab besar perawat untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan Masyarakat Sehat dan Indonesia Bebas Covid-19.
Yang sangat disayangkan adalah ketika pemerintah tahu pentingnya keberadaan perawat ditengah pandemi, tetapi oleh pemerintah perawat tidak dipentingkan dalam urusan nasib perawat-perawat ini kedepannya. Disaat terendus kabar profesi lain akan mendapatkan hak sebagai PPPK, perawat hanya menjadi pembaca dan pendengar kabar saja. Tidak sama sekali diprioritaskan.
Mudah-mudahan dengan tulisan ini menggerakkan hati pemerintah untuk melirik dan memahami pentingnya perawat dengan segala kepentingannya. (*)
*) Penulis adalah Ketua Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Puskesmas Dompu Kota, Kabupaten Dompu.
