
Hari Pertama, USBN SMA/SMK di Dompu Berjalan Lancar
Siswa dan Guru Diperketat Prokes Covid-19
DOMPU, Lakeynews.com – Hari pertama pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) jenjang SMA/SMK di Kabupaten Dompu berjalan lancar dan tertib.
Pantauan Lakeynews.com pada Senin (15/3), pagi-pagi siswa Kelas XII sudah menuju sekolah masing-masing. Saat sampai di gerbang sekolah mereka dites suhu badannya secara bergantian dan dianjurkan untuk mencuci tangan pada tempat yang sudah disediakan oleh sekolah.
Ada yang beda pada pelaksanaan ujian kali ini. Biasanya, pesertanya ramai karena jumlahnya puluhan hingga ratusan orang. Namun, kali ini sekolah benar-benar memproteksi kerumunan siswa dan guru. Dengan membagi jumlah dan memberlakukan sistem shift.
Seperti yang terlihat pada SMAN 1 Dompu. Aktivitas ujian pagi tadi berjalan tertib dan lancar, tampak peserta hanya berjumlah 16 orang tiap kelas.
Kepala SMAN 1 Dompu Muhamad Ihsan, S.Pd, pada Lakeynews.com menuturkan, hasil inspeksi hari pertama, USBN berjalan lancar tanpa kendala. “Alhamdulillah, lancar sesuai persiapan awal panitia,” katanya.
Dikatakannya, format soal USBN kali ini menggunakan kertas. “Barusan saya cek tiap-tiap ruangan pelaksanaannya lancar dan tertib,” jelasnya.
“Saya pastikan semua siswa kami memenuhi protokol Covid-19. Mereka jaga jarak, memakai masker dan cuci tangan,” sambung Ihsan.

Tidak hanya itu, katanya, pada pelaksanaan ujian akhir kali ini, pihaknya telah membagi kelas dan menggunakan sistem shif. “Jadi kita bagi delapan hingga sembilan ruangan. Tiap ruangan, 16 orang dan juga ada shift,” bebernya.
Sementara di SMA Tri Dharma Kosgoro Dompu, sebelum memasuki ruangan ujian, siswa dan guru menggunakan masker, mencuci tangan dan mengatur jarak.
Kepala SMA Tri Dharma Kosgoro Rina Puspawati, S.Pd, menjelaskan, pihaknya sudah persiapkan hal teknis sesuai instruksi pimpinan tentang Standar Pembelajaran Dimasa Pandemi Covid-19. “Sejauh ini, semua siswa kami mematuhi protokol Covid-19,” ungkapnya.
Dikatakannya, setiap ruangan dibagi jumlah siswanya agar tidak ada konsentrasi kepadatan siswa. “Ada 16 orang per ruangan,” jelas Rina.
Lebih lanjut ia menjelaskan, ujian berlangsung selama enam hari ini, menggunakan media kertas sebagai lembar soal. “Masuk pukul 07.30 Wita dan pulang pukul 12.20 Wita,” jelasnya.
Demikian juga di SMK Kesehatan Yapik Gerbang Dompu. Pelaksanaan USBN di sekolah itu terpantau tertib dan lancar. Para siswa diperketat protokol kesehatannya, dengan memakai masker, berjaga jarak dan diatur jarak tempat duduknya.

Kepala SMK Kesehatan Yapik Gerbang Ida Faridah, S.Pd, memastikan kelancaran ujian tidak terlepas peran serta panitia pelaksana.
“Kursi, meja sudah panitia atur jaraknya satu meter. Satu ruangan diisi 15 orang. Disamping itu, siswa jauh hari sudah disosialisasi penggunaan masker dan mencuci tangan sebelum memasuki ruang ujian,” jelasnya.
Lebih lanjut Ida menjelaskan, sesuai hasil rapat disepakati penggunaan kertas sebagai media lembar soal ujian.
Sebelumnya, pemerintah resmi meniadakan Ujian Nasional dan diganti menjadi sistem USBN. Dimana kewenangan penyelenggaraan ujian tersebut diserahkan kepada satuan pendidikan.
Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 43 Tahun 2019. Pertimbangan utamanya, keselamatan dan kesehatan siswa jadi prioritas ditengah pandemi Covid-19. (fm/ady)
