Ketua FK3S Kabupaten Dompu yang juga Kepala SDN 10 Dompu Suriansyah, S.Pd, M.M.Pd. (tim/lakeynews.com)

Ucapan FK3S-SD Dompu Setelah Diperbolehkan Lagi KBM Tatap Muka

DOMPU, Lakeynews.com – Hampir semua jenjang pendidikan dari TK, SD hingga SMP di Kabupaten Dompu merasa senang dan gembira setelah diperbolehkan kembali Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara Tatap Muka di sekolah.

Aktivitas KBM tatap muka di sekolah resmi berlangsung mulai Rabu, 10 Maret kemarin. Pelaksanaannya di awal-awal ini terpantau relatif lancar.

KBM tatap muka diperkenankan setelah pada 8 Maret 2021, Bupati Dompu “Aby” Kader Jaelani (AKJ) memutuskan mencabut Surat Edaran (SE) Bupati tentang Pemberhentian Sementara Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tatap Muka. Pencabutan itu tertuang dalam SE “baru” tentang KBM Tahun Ajaran 2020/2021 di Kabupaten Dompu dilakukan secara Tatap Muka.

Sekolah-sekolah mengucapkan terima kasih kepada Bupati AKJ, Wakil Bupati H. Syahrul Parsan, ST, MT, dan Satgas Covid-19 Kabupaten Dompu yang telah membolehkan kembali KBM tatap muka di tiap satuan pendidikan itu.

“Terima kasih Pak Bupati. Akhirnya kerinduan kami dengan kebersamaan di sekolah, terobati dan terkabulkan,” ucap Ketua Forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah (FK3S) Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Dompu Suriansyah, S.Pd, M.M.Pd, pada Lakeynews.com, Jumat (12/3) siang.

“Walaupun dalam upaya mencerdaskan anak bangsa ini, pelaksanaannya kami konsisten dan komitmen dengan sistem shitf dan sesuai protokol tetap Covid-19,” sambung pria yang juga kepala SDN 10 Dompu itu, ketika ditemui media ini usai Jumatan di Masjid Al Khair Sawete, Kelurahan Bali.

Menurut dia, KBM tatap muka sangat penting bagi seorang guru dalam mentransfer ilmu pengetahuan, mendidik dan membentuk watak anak bangsa. “Jadi, peranan seorang guru tidak akan pernah tergantikan oleh teknologi secanggih apapun,” tegasnya.

Dimasa pandemi ini, sebagian peranan seorang guru memang tergantikan media teknologi. Namun, itu sekadar ilmu pengetahuan, tapi  tidak untuk mendidik dan membentuk watak anak bangsa.

Diketahui, ada dua opsi pelaksanaan KBM tatap muka yang ditawarkan oleh Pemkab Dompu kepada sekolah, terutama dalam menerapkan Protap Covid.

Pertama, Sistem Kelompok. Setiap tingkatan kelas siswa dibagi dua kelompok. Kelompok A dan Kelompok B. Setiap kelompok mendapatkan tiga hari belajar. Contoh Kelompok A, hari belajarnya: Senin, Rabu dan Jumat. Sedangkan Kelompok B: Selasa, Kamis dan Sabtu.

Kedua, Sistem Shitf. Setiap tingkatan kelas siswa dibagi 2 kelompok. Kelompok A dan Kelompok B. Setiap kelompok mendapatkan enam hari belajar. Contoh Kelompok A, masuk jam 07.30 – 09.30 Wita dan Kelompok B masuk jam 10.00 – 12.00 Wita.

“Dari kedua opsi tersebut, kami lebih (cenderung) memilih opsi kedua. Karena, siswa mendapatkan kesempatan belajar tatap muka sebanyak enam hari dalam seminggu,” ujar Suriansyah.

Dengan demikian, guru dapat mengejar pencapaian target kurikulum dimasa pandemi. Apalagi sekolah sudah menyusun Kurikulum Sekolah dimasa Darurat Pandemi Covid sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor: 7l9/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus.

Selain itu, sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Nomor: 018/H/Kr/2020 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Berbentuk Sekolah Menengah Atas untuk Kondisi Khusus.

Alasan lain dipilihnya opsi kedua, khususnya siswa yang masuk shitf kedua, dapat dimanfaatkan untuk pembinaan rohani sekaligus langsung salat zuhur bersama.

“Ini sejalan dengan program pasangan Bupati dan Wakil Dompu sekarang, Bapak Kader Jaelani dan Bapak H. Syahrul Parsan. Yaitu Salat Zuhur Berjamaah,” paparnya.

Sebelum mengakhiri perbincangan dengan media ini, Suriansyah menyampaikan ajakan kepada para kepala sekolah dan harapan harapan kepada Pemkab Dompu.

Suriansyah mengajak para Kasek agar manfaatkan waktu KBM tatap muka dengan membina, mencerdaskan anak bangsa sesuai Protap Covid. Sehingga, terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. “Semoga badai Covid segera berlalu di Bumi Nggahi Rawi Pahu,” harapnya.

Apa harapannya kepada Pemkab Dompu?

“Mengingat anggaran kami di sekolah terbatas, mohon kami dibantu untuk pengadaan masker, handsanitizer dan cairan desinfektan,” pinta Suriansyah. (won)