
DOMPU, Lakeynews.com – Selain pembelajaran secara daring (online) dan luring (offline), kegiatan belajar mengajar (KBM) pada masa pandemi Covid-19 di SMAN 2 Dompu dibagi menjadi dua shift, pagi dan siang.
Kepala SMAN 2 Dompu Drs. Nuryadin, mengungkapkan kebijakan tersebut diambil berdasarkan Surat Edaran Bupati Dompu H. Bambang M. Yasin Nomor: 360/37/BPBD/I/2021 tentang pemberhentian sementara kegiatan pembelajaran tatap muka.
“Sebelum beredar surat Bupati di akhir bulan Januari, sekolah kami full day, enam hari dalam seminggu,” tutur Nuryadin pada Lakeynews.com di ruang kerjanya.
Dia menjelaskan, KBM tatap muka mulai terhambat seiring dengan pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di awal bulan februari. Untuk mensiasati hal tersebut, kini sekolah yang dipimpinnya itu menerapkan sistem belajar daring untuk kelas X dan XI. Sementara untuk kelas XII diterapkan sistem luring.
“Untuk kelas XII, kebetulan beberapa minggu lagi akan melaksanakan ujian ahir sekolah, jadi kami pertimbangkan untuk sekolah tatap muka full day enam hari dalam satu minggu dengan durasi waktu 30 menit per hari,” paparnya.
Nuryadin menjelaskan, proses pembelajaran Luring peserta didiknya dibatasi jumlahnya dan dibagi dua shift (pagi dan siang). “Sebagian siswa dibagi, ada yang masuk sekolah jam 07.30 Wita, kemudian pulang pukul 10.30 Wita. Dilanjutkan shift siang, masuk jam 11.00 Wita pulang jam 12.30 Wita,” bebernya.
“Saat di ruangan kami perketat protkesnya, siswa diwajibkan mencuci tangan, pakai masker dan jaga jarak,” tambahnya.
Sementara KBM daring, lanjut Kasek, untuk kelas X dan XI dilakukan lewat grup WhatsApp. Menurutnya, kegiatan tersebut dirasa belum maksimal saat ini, masih terkendala baik kesiapan siswa maupun kondisi cuaca saat musim hujan. “KBM daring via grup WhatsApp terkendala cuaca saat, juga kuota siswa yang terbatas,” paparnya.
Untuk mengatasi hal ini, dirinya telah menghimbau ke seluruh wali kelas supaya melakukan kunjungan rumah bagi siswa yang bermasalah, selanjutnya dibimbing. (fm/ady)
