
DOMPU, Lakeynews.com – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMAN 1 Dompu selama masa pandemi Covid-19 dilakukan secara dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring).
Kepala SMAN 1 Dompu Muhamad Ihsan, S.Pd, menjelaskan, ada beberapa hal penting yang mengharuskan siswa belajar secara luring dan during saat ini.
“Kondisional saja. Untuk KBM daring dikhususkan bagi kelas X dan XI yang memiliki smartphone dan kuota internet,” jelas Ihsan saat ditemui Lakeynews.com di ruang kerjanya, Senin (22/2).
Dikatakannya, pola pembelajaran tatap muka tetap dilakukan. Namun, dilaksanakan secara terbatas. “Hanya untuk siswa kelas tertentu. Misalnya, kelas X, XI yang tidak memilik smartphone maupun kuota internet, dan kelas XII yang sebentar lagi mau ujian,” bebernya.
Kemudian, lanjut Ihsan, untuk kelas percepatan (akselerasi) yang memang mata pelajarannya harus dipadatkan. “Mereka ini kan nilainya tinggi, jadi target sekolahnya hanya dua tahun saja,” ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya mengutamakan dan sangat memperketat protokol kesehatan (protkes). “Siswa-siswa itu harus mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, cuci tangan menggunakan hand sanitizer, dan menjaga jarak,” tegasnya.
Kasek menjelaskan, pola pembelajaran saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini peserta didiknya dibatasi. Untuk kelas XII terdapat 32 siswa per ruangan. Kini mereka dibagi menjadi 16 siswa per satu ruangan. “Dari 29 rombongan belajar (rombel), kini dibagi menjadi 48 ruangan,” papar Ihsan.
Selain itu, pihaknya menerapkan sistem blok dan shift. KBM luring bagi siswa kelas XII dan sebagian kelas XI dilakukan hanya tiga hari dalam seminggu, Selasa, Kamis dan Sabtu. Durasi waktu belajarnya, 35 menit per hari.
Sementara kelas X dan sebagian kelas XI lainnya setiap hari Senin, Rabu dan Jumat, dengan durasi waktu yang sama. “Dibatasinya tiga hari waktu belajar dengan durasi waktu yang singkat untuk menjaga imunitas siswa,” terangnya.
Ihsan menambahkan, KBM daring dilakukan lewat grup WhatsApp yang telah dibuat berdasarkan kelas masing-masing. KBM selama pendemi berjalan, meski belum sepenuhnya optimal dibanding saat kondisi normal.
“Nampaknya, KBM yang dilakukan ini memiliki kendala, khususnya masalah kehadiran, keterlambatan dan keterbatasan teknis siswa. Seperti smartphone maupun kuota internet,” ujarnya.
Mengatasi hal tersebut, Ihsan mengaku telah mengimbau seluruh wali kelas untuk melakukan kunjungan ke setiap rumah siswa yang bermasalah, lalu melakukan bimbingan. “Harapan kita, hal ini mendapat dukungan orang tua agar kesadarannya semakin meningkat,” ujarnya. (fm/ady)
