Instruktur Satriyadin, S.Kep. Ners, mempraktikan teknik pemberian bantuan hidup dasar dalam pelatihan di Tololara, Desa Manggena’e, Dompu, Kamis (11/2). (feri/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Relawan Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-Dan) Cabang Dompu sukses menyelenggarakan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Kegiatan itu berlangsung di Tololara, Desa Manggena’e, Kecamatam Dompu, Kamis (11/2).

Kegiatan tersebut diikuti 10 relawan. Instruktur yang dihadirkan,  Satriyadin, S.Kep. Ners, pria yang sehari-harinya sebagai pegawai RSUD Dompu.

Pelatihan pendalaman skill tersebut, meliputi  pengenalan tanda-tanda klinis pada korban tidak sadar. Dilanjutkan pemberian napas buatan. Teknik tersebut dikenal dengan istilah medis Resutasi Jantung dan Paru (RJP).

Anggota Me-Dan Dompu antusias mendengarkan materi (teori) dari instruktur Pelatihan Bantuan Hidup Dasar, Satriyadin, S.Kep. Ners. (feri/lakeynews.com)

Pantauan Lakeynews.com, dalam kegiatan itu, selain diberikan teori BHD, relawan juga diajak untuk melakukan praktik dan simulasi pemberian pertolongan pertama.

Ketua Relawan Me-Dan Cabang Dompu Safrin, A.Md. Kep. mengharapkan para relawan terus mengasah kemampuan, sebelum diterjunkan ke lokasi bencana. “Ikuti seminar-seminar yang diselenggarakan oleh para tenaga medis,” imbuhnya.

Safrin menambahkan, bencana alam maupun kecelakaan tidak bisa diprediksi kapan terjadinya. “Para relawan, orang pertama diterjunkan di lokasi-lokasi tersebut,” tuturnya. (fm)