
DOMPU, Lakeynews.com – Meski usianya baru sekitar lima bulan, Program Tahfidz di Pondok Pesantren (Ponpes) Utsman bin Affan (UBA) Dompu, NTB, sukses dilaksanakan.
Ahad (17/1) pagi ini, dilakukan wisuda terhadap 52 hafidz dan hafidzoh. Wisuda perdana itu berlangsung di Masjid Pondok Putra UBA.
“Alhamdulillah, ini wisuda pertama bagi hafidz-hafidzah kita,” kata Direktur Ponpes UBA Dompu, Ustadz Zainuddin M.Y, S.PdI, pada Lakeynews.com, sesaat sebelum acara dimulai.
Hal yang sama juga disampaikan pria yang akrab disapa Ustadz Zen itu, ketika memberikan sambutan.
“Para hafidz-hafidzoh ini dilatih dan digodok sedemikian rupa di pondok,” jelas Ustadz Zen.
Alumni MAN Bima (sekarang MAN 1 Kota Bima) menyebutkan, bahwa dalam sehari ada beberapa waktu dijadwalkan khusus untuk para santri/santriwati melakukan kegiatan haflah Quran.
Hadir dalam acara itu, Wakil Bupati Dompu terpilih H. Syahrul Parsan, ST, MM, Kapolres diwakili Kasat Intelkam IPTU Makrus dan perwakilan Kodim 1614/Dompu.

Diundang juga pihak Kemenag dan MUI Dompu, tokoh masyarakat, tokoh agama dan para wali santri.
Wabup terpilih H. Syahrul Parsan, mengapresiasi dan memuji keberhasilan Ponpes UBA mencetak puluhan hafidz-hafidzoh kurang dari setahun.
“Mencetak 52 orang hafidz/hafidzoh hanya dalam waktu lima bulan, ini sangat luar biasa,” pujinya.
Secara jujur, Syahrul mengakui, dia sendiri masih banyak kekurangan dalam membaca Alquran. “Terus terang, bacaan-bacaan saya masih banyak yang harus diperbaiki,” ujarnya.
Sedangkan Ketua Yayasan UBA, H. Syamsuddin, S.Pd, M.Pd, mengatakan juga menilai sebagai hal yang luar biasa program Tahfidz sukses dilaksanakan di Ponpes UBA.
“Ini luar biasa. Semoga membawa berkah bagi Kabupaten Dompu kedepan,” ujar H. Syam, sapaan akrab H. Syamsuddin.

Mewakili wali santri, Ustadz Abdul Jalil, S.PdI dan Ustadz Taqiyudin, S.PdI, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mengantarkan 52 santri/santriwati sukses menjadi hafidz-hafidzoh.
“Terima kasih banyak-banyak kami sampaikan kepada ketua yayasan, pimpinan Ponpes, para pengasuh, ustadz/ustadzah, dan lainnya yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Termasuk tukang masak,” sebut Ustadz Jalil.
Kepada para wali santri/santriwati diharapkan memberikan dukungan maksimal terhadap anak-anaknya dan Ponpes. (tim)
