
Ketika PGRI dan IGI Dompu Diharapkan Bersinergi (1)
–
SEJAK beberapa tahun terakhir, komunikasi dua organisasi profesi guru di Kabupaten Dompu, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Ikatan Guru Indonesia (IGI) terkesan mengalami kebuntuan.
Kebuntuan-kebuntuan kadang meningkat tensinya menjadi kesenjangan, ketika salah satu organisasi mendapat perlakuan istimewa dari pihak penyelenggara pemerintahan.
Saat ada event-event tertentu, pemerintah daerah hanya mengundang salah satu dari organisasi profesi guru tersebut. Itu salah satu contoh ringan saja.
Namun, kedepan kebuntuan-kebuntuan itu diharapkan segera terpecahkan. Harapan tersebut datang tidak hanya dari kalangan pendidikan, tenaga kependidikan, atau orang-orang yang bergelut di dunia pendidikan.
Lebih dari itu, muncul dari berbagai pihak yang menginginkan adanya sinergitas PGRI-IGI.
Harapan itu bukan cuma mencuat di “dunia nyata” atau sekadar perorangan. Tetapi juga muncul di dunia maya, media sosial; grup-grup Facebook, grup WhatsApp dan lainnya.
Suara dan harapan publik itu bak gaung bersambut. Lampu hijau menyala. Dua pucuk pimpinan organisasi guru, PGRI dan IGI di Dompu memberikan apresiasi dan respon yang begitu positif.
Mereka siap merajut sinergitas dan bergandengan tangan. Berjalan bersama dan beringan dalam memajukan dunia pendidikan. Terutama terkait guru (negeri maupun honorer) di Bumi Nggahi Rawi Pahu.
Pernyataan yang dilontarkan para pengurus teras kedua organisasi itu cukup memberikan keyakinan. Baik dari Ketua “terpilih” PGRI Dompu Muhammad Asyrul Riady, S.Pd (bukan Asrulryadi, red) maupun Ketua IGI Dompu Bambang Hermanto, M.M.Pd.
Seperti yang disampaikan Asyrul Riady. PGRI dan IGI sesungguhnya dua organisasi yang di dalamnya sama-sama berisi guru, dosen dan tenaga kependidikan. Termasuk guru honorer.
Dia mengakui dan melihat, selama ini sepertinya ada kekurangan informasi dan mediasi terkait dua organisasi guru ini.
Karena itu, kedepan, Asyrul akan berusaha membangun komunikasi dengan para pengurus dan anggota IGI. “Ini salah satu upaya kita menyelaraskan beberapa program. Saya yakin bisa,” ujarnya optimis.
PGRI dan IGI memiliki tujuan yang sama. Selain sebagai organisasi profesi, perjuangan dan ketenagakerjaan, juga untuk peningkatan mutu anak-anak bangsa.
“Bersinergi kita dalam membuhul hati anak negeri, membudayakan literasi dan program-program lainnya,” cetus Asyrul.
Harapkan Dukungan dan Kemitraan Pers
PGRI dibawa kendali Asyrul Riady pada prinsipnya akan bermitra dan bersinergi dengan berbagai pihak. Termasuk dengan insan pers; media dan wartawan.
Asyrul menganggap, media merupakan salah satu sarana sosialisasi dan advokasi yang tepat bagi program-program PGRI yang akan dilaksanakan.
“Kami mohon kiranya teman-teman media/wartawan sebagai penyambung curahan program PGRI, bisa membantu kami,” ujarnya.
Terkait dengan hal itu, kedepan, pihaknya mengajak dan mengandeng semua insan pers untuk mem-back up semua kegiatan organisasi PGRI melalui kerja sama pemberitaan.
( sarwon al khan/bersambung )
