Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Dompu Jufri, ST, M.Si, Kadis Kesehatan Maman, SKM, KCD Dikbud Drs. M. Gunawan, M.Pd, memantau simulasi belajar tatap muka di SMAN 3 Dompu dan disambut Kepala Sekolah terkait M. Nur, S.Pd. (tim/lakeynews.com)

Hasil Pantauan Gugus Tugas dan KCD Dikbud Hari Ketiga Simulasi

HINGGA Rabu (16/9), hari ketiga Simulasi/Ujicoba Pembelajaran Tatap Muka di beberapa SMA/SMK/SLB Negeri dan Swasta di Kabupaten Dompu berjalan lancar.

Simulasi itu dilakukan berdasarkan Surat Edaran/Pemberitahuan Kadis Dikbud NTB Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd. Edaran Nomor: 441/4043.UM/Dikbud, tetanggal 10 September 2020 itu, Perihal Ketentuan Simulasi Tatap Muka.

Menurut informasi dan data yang dihimpun Lakeynews.com, kegiatan simulasi telah mulai 14 September. Dijadwalkan berakhir 3 Oktober 2020.

Simulasi yang berlangsung selama tiga pekan itu, dilaksanakan oleh 16 sekolah.

Minggu pertama (14-19/9), simulasi dilakukan oleh enam SMA/SMK/SLB. Yakni SMAN 1 Dompu, SMAN 1 Manggelewa, SMAN 3 Dompu, SMKN 1 Woja, SMKN 1 Kilo dan SLBN Dompu.

Minggu kedua, oleh lima sekolah (21-26/9). Masing-masing SMAN 1 Woja, SMAN 1 Pajo, SMAN 2 Dompu, SMKN 1 Dompu dan SMKN 1 Pekat.

Minggu terakhir, ketiga (28/9 – 3/10) simulasi berlangsung di lima sekolah. Yaitu SMAN 1 Kilo, SMAN 1 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggelewa dan SMKN 2 Dompu.

Berikut surat edaran Kadis Dikbud NTB dan lampiran nama-nama sekolah yang melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka;

Lembaran pertama. (ist/lakeynews.com)
Lembaran kedua. (ist/lakeynews.com)
Lembaran lampiran. (ist/lakeynews.com)

Di hari ketiga simulasi, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Dompu diwakili Sekretaris Gugus Tugas Jufri, ST, M.Si dan Kadis Kesehatan Dompu Maman, SKM, mulai turun ke sekolah-sekolah tersebut.

Tim Gugus Tugas bersama Kepala Cabang Dinas (KCD) Dikbud Dompu Drs. Muhammad Gunawan, M.Pd, turun perdana di dua sekolah. SMAN 1 dan SMAN 3 Dompu.

“Terkait simulasi ini, kami turun untuk melihat persiapan dan kesiapan sekolah-sekolah dalam pembelajaran tatap muka,” kata Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Dompu Jufri, ST, M.Si pada Lakeynews.com, Rabu siang.

Pria yang juga Kepala Pelaksana Harian BPBD Dompu itu, lalu menjelaskan kesiapan pihak sekolah dimaksud.

Antara lain, kesiapan terkait tempat cuci tangan ada atau belum? Ruangan belajarnya sudah diatur atau belum? Apakah semua guru dan siswa sudah memakai masker apa tidak?

Selain itu, apakah kantin sekolah betul-betul ditutup atau masih ada yang buka? Termaksud kegiatan ekstrakurikuler yang tidak boleh lagi dilakukan.

“Sehingga nanti akan keluar surat rekomendasi, bahwa sekolah A, B, C dan lainnya layak untuk dilakukan proses belajar secara tatap muka,” jelas lelaki yang akrab disapa Bang Jef ini.

Bagaimana hasil pantauan simulasi di dua sekolah tersebut? Apakah sekolah-sekolah itu sudah memungkinkan melaksanakan pembelajaran tatap muda?

Menjawab pertanyaan itu, Bang Jef mengatakan, secara umum, SMAN 1 dan SMAN 3 Dompu sudah representatif untuk melakukan kegiatan belajar secara tatap muka.

“SMAN 1 dan SMAN 3 Dompu, 99 persen sudah siap melaksanakan tatap muka,” tegasnya.

Tinggal satu persen yang belum. Yang satu persen itu, lanjut Bang Jef, adalah komitmen dan konsistensi guru dan murid.

“Secara fisiknya sudah oke semua. Tidak ada masalah, sudah memenuhi semua kriteria itu,” papar mantan Sekretaris Bappeda dan mantan Kabid Tamben Dinas Pertambangan Dompu itu.

Peserta didik SMAN 3 Dompu tampak menaati protokol kesehatan Covid-19. Dan, suasana belajar tatap muka di salah satu kelas. (tim/lakeynews.com)

Terapkan Dua Shift Tiap Hari, Utamakan Protokol Covid-19

Sementara itu, dalam kegiatan simulasi tatap muka di SMAN 3 Dompu, setiap hari berlangsung empat jam pelajaran.

Sekolah negeri yang berkedudukan di Dompu timur tersebut menerapkan sistem shift.

“Kami membagi siswa dalam satu kelas menjadi dua shift, pagi dan siang,” kata Kepala SMAN 3 Dompu melalui Kepala SMAN 3 Dompu M. Nur, S.Pd, melalui Humas Panitia/Tim Covid-19 Sekolah Ida Faridah, S.Pd.

Shift pagi, mulai pukul 08.00 sampai 10.00 Wita. Sedangkan shift siang, mulai pukul 13.30 hingga 15.30 Wita.

Menurutnya, simulasi pembelajaran ini dikoordinir oleh Tim Covid-19 Sekolah. Terdiri dari unsur komite sekolah, kepala sekolah, Wakasek, wali kelas, BP/BK dan Pembina OSIS sebagai panitia bekerja sama dengan Puskesmas Dompu Timur.

“Kegiatan simulasi selama satu minggu akan terus dipantau Tim Covid Sekolah dan Tim Covid Puskesmas,” papar guru mata pelajaran PPKn itu.

Kemudian, selama simulasi pembelajaran, tidak ada waktu istirahat. Setelah dua jam pertama, langsung dirolling dengan guru yang masuk pada dua jam selanjutnya.

Selama simulasi pembelajaran tatap muka berlangsung, semua warga sekolah diwajibkan untuk tetap menggunakan masker dan mengikuti aturan standar (protokol) kesehatan Covid-19.

Setiap hari, sebelum dan sesudah pembelajaran Tim Covid memberikan edukasi tentang aturan kesehatan yang berlaku.

Jauh sebelum simulasi pembelajaran dilaksanakan, terlebih dulu pihak SMAN 3 Dompu bekerja sama dengan orang tua murid mensosialisaikan protokol kesehatan.

Selain itu, pihak sekolah meminta kepada orang tua siswa untuk mengizinkan anaknya mengikuti tatap muka di sekolah.

“Izin tersebut berupa surat pernyataan tertulis dari organg tua murid,” tandasnya.

( sarwon al khan )