Kabid Dikdas Dinas Dikpora Kabupaten Dompu Zainal Afrody, S.Pd (tengah) bersama dua pejabat dalam Bimtek Kegiatan Pengisian dan Perhitungan Raport Mutu dan Data PMP Tahun 2019 Jenjang SD dan SMP. (ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Dompu menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kegiatan Pengisian dan Perhitungan Raport Mutu dan Data PMP Tahun 2019 Jenjang SD dan SMP.

Kegiatan yang melibatkan para operator SD dan SMP se-Kabupaten Dompu, khususnya dari Kecamatan Manggelewa dan Kempo itu berlangsung di Aula Dinas Dikpora, Selasa (15/9).

Hadir saat itu, Kabid Dikdas Zainal Afrody, S.Pd, Kasi Kurikulum dan Penilaian Ir. Emil Sribudi dan Kasi Peserta Didik Drs. Arif Rahman.

Kadis Dikpora melalui Kabid Dikdas Zainal Afrodi dalam sambutan mengungkapkan, perhitungan raport mutu dan data PMP tahun 2019 jenjang SD dan SMP mengalami keterlambatan.

“Posisi kita di tingkat Provinsi NTB memang agak telat. Mereka (provinsi) pahami karena keadaan masih dalam pandemi. Jadi take off kita ini sampai akhir September, sehingga sebelum Oktober kita sudah kelar semua,” katanya.

Dikemukakan, pemerintah daerah harus memperhatikan nasib operator dan sekolah tempat dia bertugas. Sebab, teknisi tersebut harus bekerja maksimal.

Diakui Zainal, operator adalah jantungnya pendidikan di masing-masing sekolah, baik yang berkaitan dengan laporan maupun lainya. “Apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti ini,” tandasnya.

Peserta Bimtek Kegiatan Pengisian dan Perhitungan Raport Mutu dan Data PMP Tahun 2019 Jenjang SD dan SMP Dinas Dikpora Kabupaten Dompu. (ist/lakeynews.com)

Operator, lanjutnya, penyambung serta menghidupkan marwah sekolah baik di tingkat kecamatan, kabupaten maupun provinsi. Mereka salah satu tenaga yang benar-benar dibutuhkan untuk menginput dan merangkum data murid dan guru di suatu sekolah tersebut.

“Untuk itu diharapkan kepada para kepala sekolah agar benar-benar memperhatikan tenaga operator,” imbuh pria yang akrab disapa Dae Fery ini.

Terkait Bimtek itu, Zainal menjelaskan, kegiatan serupa dilakukan beberapa tahapan. Dan, yang diselenggarakan saat ini berlangsung selama empat hari.

Tahap pertama, diikuti puluhan tenaga operator dari dua kecematan, Manggelewa dan Kempo. Selanjutnya, diikuti para operator dari kecamatan lain. (tim/adv)