Aksi para siswa yang asyik merokok dan nonton video porno dalam kelas saat ibu gurunya mengajar di depan. (ist/lakeynews.com)

Videonya Beredar Berantai di Medsos, Berbahasa Bima-Dompu

SAAT itu sedang jam belajar. Dalam ruang kelas, ada ibu guru di depan. Guru tersebut sedang menunaikan tugas mengajarnya.

Pada waktu yang sama, beberapa peserta didik pria justru asyik berulah. Mereka seenaknya ngobrol dan main-main, merokok, nonton video porno, bahkan disampaikan ada yang membagikan ganja.

Prilaku peserta didik yang memprihatinkan dan menjengkelkan itu, tampak dalam sebuah video yang beredar secara berantai di media sosial, beberapa hari terakhir.

Video tersebut diprediksi direkam oleh salah seorang siswa menggunakan ponsel. Belum diketahui, kapan video berdurasi satu menit (01.00) ini diambil.

Dalam video itu terlihat para siswa mengenakan seragam SMA atau SMK. Hingga berita ini ditulis, belum diketahui sekolah maupun daerah mana tempat siswa-siswa itu berada.

Namun, dalam video dimaksud terdengar mereka berbicara (berkomunikasi) dalam bahasa daerah Bima-Dompu. Kuat dugaan anak-anak itu merupakan peserta didik salah satu SMA atau SMK di daerah bagian timur Provinsi NTB. Apakah Kabupaten Bima, Kota Bima atau Kabupaten Dompu.

Caru ku hinti na rongko. Ala Rumae (Enak/asyik menghisap roko. Ya Tuhan, red),” kata salah seorang di antara mereka yang diperkirakan merekam video tersebut dalam bahasa daerah.

Sementara siswa yang dia komentari tampak begitu enteng dan santai menghisap dalam-dalam rokok.

Siswa yang duduk di deretan bangku sebelah juga ada yang menghisap rokok. “Aka ka tunti salaho, hinti rongko. Ana kulia ro ana sakola ke doho (Itu juga sambil nulis, hisap rokok kawan, red),” kata perekam video mengomentari siswa di deretan bangku sebelah tersebut.

Masih dalam bahasa daerah Bima-Dompu, siswa perekam video ini mengatakan, padahal ada ibu guru yang sedang mengajar, teman-temannya masih saja merokok dalam kelas.

Kamera ponsel pun kembali diarahkan ke beberapa temannya yang terus-terusan menghisap rokok.

Bukan itu saja, di video itu direkam juga siswa yang sedang menonton video porno menggunakan handphone. Baik yang bermain HP maupun siswa di sampingnya, sama-sama terlihat merokok.

Yang lebih parah lagi, terdengar suara dari si perekam video yang mengatakan, “donggo wali na ganja dohoeee (serahkan lagi ganja kawan-kawan, red).”

Terlepas siapa yang salah dan bertanggung jawab dalam persoalan ini, maka menemukan benang merah untuk mengurai, menangani dan mengatasinya adalah sebuah keharusan.

Sayangnya, sampai tulisan ini diunggah Lakeynews.com belum memperoleh tanggapan dari para pihak terkait.

Kadis Dikbud Provinsi NTB Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd yang dihubungi melalui nomor telepon genggamnya, Minggu (13/9) malam ini tidak mengangkat ponselnya.

Sebelumnya, Minggu siang tadi, media ini terlebih dulu mengupayakan konfirmasi Dr. Aidy lewat pesan WhatsAPP. Namun, hingga pukul 20.59 malam ini, belum ada jawaban. Pada pesan yang dikirimkan pun tampak dua centang masih hitam.

Demikian pula dua pejabat eselon tiga yang terkait langsung dengan pembinaan SMA dan SMK di Dinas Dikbud NTB, belum diperoleh tanggapannya.

Ponsel Kabid Pembinaan SMA H. Muhammad Fauzan sedang tidak aktif. Sedangkan Kabid Pembinaan SMK Yahya, kendati terdengar nada sambung saat dua kali dihubungi, belum mengangkatnya.

(sarwon al khan)