Kadis Dikbud NTB Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd (kiri) dan Kabid Kebudayaan Fairuz Abadi. (dok/lakeynews.com)

Fairuz “Abu Macel”: Untuk Memastikan Kesiapan Hadapi New Normal

MATARAM, Lakeynews.com – Kadis Dikbud NTB Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd bersama para Kabid dan jajaran akan kemah bersama para kepala SMAN dan SMKN se-Pulau Sumbawa di lereng Gunung Tambora.

Kegiatan yang rencanakan berlangsung akhir pekan ini merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan sekolah-sekolah dalam menghadapi New Normal.

Menurut Kabid Kebudayaan Dinas Dikbud NTB Fairuz Abadi, pertengahan September ini fase transisi new normal akan berakhir.

Mengetahui kesiapan masing-masing sekolah di seluruh wilayah NTB, Kadis Dikbud melakukan pertemuan dan rapat dengan para kepala sekolah tersebut. Terutama untuk mengetahui sesuai dengan standar protokol kesehatan Covid-19.

“Pada tahap pertama atau awal ini semua kepala SMAN dan SMKN dulu. SMA/SMK Swasta pada kesempatan berikutnya,” kata Kabid yang tersohor dengan sapaan Abu Macel itu pada Lakeynews.com, Selasa (1/9) sore.

Pertemuannya dilakukan di dua titik, Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok. Di Lombok satu titik dan di Pukau Sumbawa satu titik.

“Di Pulau Sumbawa dilakukan di salah satu sekolah di Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima,” jelas pejabat yang terkenal kocak, humoris, namun religius ini.

Dalam pertemuan itu nanti, menurut dia, Kadis Dikbud, para Kabid dan hampir semua ppejabanya akan berangkat dan ikut rapat di Tambora.

“Kecuali Sekdis yang tidak berangkat. Karena hubungannya dengan rapat kerja, maka yang berangkat adalah pejabat teknis,” jelas Fairuz.

Sedangkan Bidang Kebudayaan yang digawangi Fairuz “Abu Macel” sendiri akan menyelenggarakan kegiatan Pojok Ekspresi bagi sekolah-sekolah yang jauh. “Bidang saya (Kebudayaan) akan mengadakan itu nanti,” tegasnya.

Kecamatan Tambora, Bima dan Kecamatan Pekat, Dompu, sama-sama berada di wilayah lereng Gunung Tambora.
Mengapa wilayah-wilayah terjauh itu dipilih sebagai tempat rapat dan tempat nginap/kemah?

Salah satu alasan memilih lokasi terjauh, kata Fairuz, agar Kadis dan pemerintah dapat memastikan secara langsung bagaimana proses pembelajaran di wilayah terjauh itu.

“Ya, untuk memastikan bahan ajar itu dapat diterima peserta didik atau bagaimana. Itu prinsipnya,” jelasnya.

Karena itu, Dikbud NTB memilih dan meminta agar seluruh kepala sekolah di Pulau Sumbawa, dari ujung Sape-Bima sampai Alas-Sunbawa Barat kumpul bersama untuk rapat kerja di Tambora pada Sabtu (5/9).

Rencananya, pada Jumat malam, Kadis Dikbud dan para pejabatnya akan menginap (kemah) dulu di Kecamatan Pekat. Sabtu pagi menuju Tambora.

“Setelah pertemuan di Tambora, balik lagi ke Pekat dan malam Minggu (Sabtu malam) nginap di sana. Sekaligus kita bertemu masyarakat di Pekat,” paparnya.

Rapat di Tambora diperkirakan berlangsung dari pagi sampai siang. Malamnya rapat kerja paripurna. “Hasil rapatnya akan dirumuskan pada Sabtu malam,” urai Fairuz. (zar)