Kadis Dikbud Provinsi NTB Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd, saat memberikan sambutan dalam pertemuan dengan unsur Cabang Dinas Dikbud, pengawas dan kepala SMA/SMK/SLB di Dompu. (dayat/lakeynews.com)

Juga Terkait Bekerja Dari Rumah dan Persiapan Tahun Pelajaran Baru

DOMPU, Lakeynews.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Dompu, Selasa (23/6) pagi.

Dalam kunjungan ini, Aidy bersama rombongan bertemu dengan para pengawas dan kepala SMA/SMK/SLB (negeri dan swasta) di Ruang Praktek Siswa SMKN 1 Dompu.

Pantauan Lakeynews.com, pertemuan itu terkait evaluasi Bekerja Dari Rumah (BDR), Persiapan Tahun Pelajaran Baru dan Menuju New Normal Jenjang SMA/SMK/SLB Kabupaten Dompu.

Kadis Dikbud NTB hadir bersama Kabid PSMA H. Muhammad Fauzan, M.Pd dan Kabid PSMK H. Muammad Yahya, M.Pd. Hadir juga Kabid Kebudayaan Ahmad Fairuz atau dikenal dengan Fairuz Abadi alias Abu Macel.

Sedangkan dari Dompu, tampak Kepala Cabang Dinas Dikbud Drs. Muhammad Gunawan, M.Pd, para pengawas dan Kepala Seksi dan Kasubag TU. Kemudian para kepala SMA Negeri/Swasta, SMK Negeri/Swasta, SLB Negeri berserta Wakakur.

H. Aidy mengaku, kedatangannya di Dompu untuk meninjau proses persiapan PPDB dimasa pandemi Covid-19 dengan berbagai tantangan dan hambatan.

“Alhamdulillah, tidak ada pengaduan. Hanya permintaan sekolah swasta agar ada harmonisasi, supaya sekolah negeri jangan jor-joran,” ujar Aidy pada wartawan, usai pertemuan.

“Kita sudah batasi sekolah negeri. Kuotanya sekian Rombel. Sekolah negeri tidak boleh keluar dari itu,” sambungnya.

Rencananya, Juli depan, ada dua opsi dalam New Normal jika NTB masih berwarna merah, termasuk di Dompu.

Pertama, belajar mandiri fase kedua secara online melalui WhatsApp dan SMS.

Kedua, system block dan shift yakni giliran masuk, social distancing supaya tidak physical distancing. Yang terpenting kerinduan anak dengan guru terobati dan tanggung jawab guru terlaksana.

“Jangan lupa ada anak-anak miskin yang harus dilayani. Siswa jangan diundang ke sekolah tapi datangi mereka supaya merasa teduh. Orang tuanya juga merasa terlayani,” terangnya.

Lebih jauh Aidy menjelaskan, kehadirannya di Dompu meminta ada inovasi baru untuk sekolah. “Di Mataram, Lombok Barat, Lombok Timur, tadi malam Kota Bima sudah ada inovasi kreatif,” jelasnya.

Bukan itu saja. Kedatangannya untuk menyampaikan hal baru yang harus dilanjutkan oleh kepala sekolah untuk menyempurnakan layanan pendidikan.

Dia melihat SMAN 1 Manggelewa mulai menawarkan bibit unggul (tanaman) yang bisa dikreasikan sendiri. Bisa kerja sama dengan Dinas Pertanian, Perikanan, Pariwisata dan lainnya. “Itu energi yang bisa kita optimalkan,” tutupnya. (yat/ova)