Kepala SMAN 2 Dompu Drs. Nuryadin (ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com- Sebagai upaya agar siswa tetap belajar ditengah Pandemi Covid-19, seluruh sekolah menerapkan pembelajaran dengan sistim Dalam Jaringan (Daring). Seperti halnya, dilakukan SMAN 2 Dompu.

Kepala SMAN 2 Dompu Drs. Nuryadin mengatakan, pembelajaran daring di rumah sangat membutuhkan dukungan orang tua. Kini peran orang tua sedikit bergeser dari kebiasaan sebelum. “Kita berharap orang tua dapat memantau pembelajaran daring putra-putrinya di rumah masing-masing,” harapnya.

Menurutnya, orang tua wajib mengetahui pembelajaran daring apa yang diberikan guru. Untuk mengukur apakah sang anak sudah melaksanakan pembelajaran tersebut dengan baik.

“Saat pembelajaran daring orang tua diharapkan dapat memberikan ruangan khusus yang mudah dipantau, semisal ruang keluarga. Sehingga orang tua tahu aktivitas apa yang dilakukan anak,” ungkapnya.

Dia mengaku, proses pembelajaran daring yang diterapkan selama ini sangat efektif. Sesuai surat edaran dinas, untuk pembelajaran daring pihaknya menyusun jadwal oleh Wakasek Kurikulum. Jadwal dibuat per tahap. Satu tahap berjalan dua pekan. “Hingga 11 Mei 2020 kita sudah melaksanakan lima tahap pembelajaran daring,” ungkapnya.

Awalnya, pembelajaran daring belum sepenuhnya berjalan maksimal. Persentasenya mencapai 50 sampai 60 persen. Hal tersebut, disebabkan kurangnya informasi yang diserap siswa. “Pada tahap kedua para siswa mulai paham dan pelaksanaan berjalan maksimal,” ungkapnya.

Teknis pembalajaran dengan sistim daring lanjutnya, guru mata pelajaran memberikan tugas atau mata pelajaran melalui wali kelas ke masing-masing group medsos kelas.

“Semua anak memperoleh tugas dari wali kelas. Kemudian ditunggu respon dari anak, selanjutnya, wali kelas mengembalikan tugas ke guru mapel untuk melihat hasilnya,” jelasnya.

Hasil evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan. Guru melaksanakan tugas daring mecapai 97 persen. Sedangkan, keterlibatan anak mencapai 70 persen. “Sinergitas orang tua dan guru sangat diharapkan dalam model pembelajaran ini,” ujarnya.

Disamping itu, aktivitas di lingkungan sekolah tetap jalan. Untuk melayani masyarakat dibuat jadwal piket. Ditugaskan delapan orang guru setiap harinya untuk piket. “Takutnya kalau ada siswa atau masyarakat yang datang tetap kita layani. Jadi ditengah wabah ini aktivitas sekolah tetap jalan,” pungkasnya. (di)