Anggota DPR RI Dapil Pulau Sumbawa H. Muhammad Syafrudin, ST, MM (kanan) bersama Ketum DPP PAN Zulkifli Hasan. (ist/lakeynews.com)

BIMA, Lakeynews.com – Sebanyak 43 mahasiswa asal Nusa Tenggara Barat (NTB) di Saudi Arabia, dipastikan pulang ke tanah air.

Kepastian tersebut diketahui setelah Anggota DPR RI Dapil NTB 1 (Pulau Sumbawa) H. Muhammad Syafrudin, ST. MM (HMS), memfasilitasi kepulangan puluhan mahasiswa itu.

Begitu mendapat informasi ada 43 mahasiswa NTB di Timur Tengah (Saudi Arabia) yang kesulitan ingin kembali ke tanah air tersebut, HMS langsung membangun komunikasi. Baik dengan Pemprov NTB maupun dengan Konjen RI wilayah Jeddah dan beberapa pihak terkait lainnya.

Seiring dengan itu, HMS mendapat Informasi dari mahasiswa di Saudi Arabia, bahwa KJRI Saudi Arabia menyaratkan, mahasiswa bisa kembali ke daerah masing-masing jika ada surat rekomendasi dari Gubernur (Pemprov) NTB.

Karena itu, anggota Fraksi PAN itu langsung menyampaikannya kepada Pemprov NTB. “Saya sudah melaporkan kepada Gubernur dan Asisten I Setda NTB, perihal rencana kepulangan 43 1mahasiswa tersebut,” kata HMS, Kamis (30/4).

Pria yang dikenal dekat dengan konstituen karena sering turun itu menjelaskan, kepulangan para mahasiswa tersebut karena Covid-19 yang tengah melanda dunia.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, khususnya KJRI Saudi Arabia yang melihat ini sebagai bencana bersama dan membutuhkan penanganan secara bersama-sama,” ujar HMS.

(ist/lakeynews.com)

HMS mengaku, sudah berkomunikasi dengan Konjen RI di Jeddah agar bisa membantu kemudahan kepulangan para mahasiswa NTB.

“Ya, termasuk berkomunikasi dengan pihak kampus tempat para mahasiswa kuliah,” tandas HMS sembari mengucapkan Selamat Hari Buruh 1 April 2020.

Asisten I Setda NTB Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahya Ningsih, M.Si, mengakui telah mendapat informasi kepulangan puluhan mahasiswa di Saudi Arabia itu dari HMS, anggota DPR RI Dapil NTB 1.

Terkait hal itu, pada prinsipnya, Pemprov NTB memberikan positif. “Karena ini warga kita,” tandas Baiq Eva.

Kini pihaknya menunggu informasi selanjutnya terkait kapan jadwal kepulangan para mahasiswa itu, termasuk kapan tiba tanah air.

Pihaknya membutuhkan informasi tersebut, agar setelah mereka tiba di NTB diperlakukan sesuai protokol dan SOP penjemputan pandemi Covid-19. (tim)