Kabid PLS Dinas Dikpora Kabupaten Dompu Yusuf Wijaya, M.Pd. (saudi/lakeynews.com)

 

DOMPU, Lakeynews.com – Pemerintah desa diharapkan ikut berkontribusi dalam mendukung pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) agar lebih maju.

Dukungan dimaksud dengan mengalokasi Dana Desa (DD). Baik yang bersumber dari APBD kabupaten atau dari pusat.

Hal itu disampaikan, Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (Kabid PLS) Dinas Dikpora Kabupaten Dompu Yusuf Wijaya, M.Pd, pada Lekeynews.com, Senin (9/2).

Menurutnya, untuk mewujudkan kualitas PAUD di Kabupaten Dompu agar lebih baik, semua pihak harus saling mendukung. Tak terkecuali, dukungan dari pemerintah desa.

“Dana desa memungkinkan untuk mendukung keberadaan PAUD. APBDes dapat diploting atau direncanakan untuk kegiatan pendidikan di tingkat desa,” katanya.

Secara regulasi, kata Yusuf, APBDes memungkinkan untuk dipergunakan membantu PAUD. Tinggal komunikasi yang baik yang harus dilakukan antara pengelola PAUD dengan pihak desa.

”Anggaran dari APBDes, baik dari pusat ataupun dari kabupaten, itu bisa dipakai untuk kegiatan yang ada di lembaga PAUD,” tandasnya.

Ditegaskan, harus ada sinergi bersama dalam mewujudkan lembaga pendidikan, supaya berjalan lebih baik lagi. “Kami rasa, pemerintah desa tidak rugi membantu keberadaan lembaga pendidikan seperti PAUD. Malah manfaatnya sangat besar untuk mencetak generasi yang akan datang,” lanjutnya.

Yusuf mengaku, telah melakukan sosialisasi yang intens kepada sejumlah desa. Terutama, saat kegiatan Musyawarah Desa (Musdes) maupun Musyawarah Kelurahan (Muskel). Supaya dapat membantu keberadaan PAUD.

Sejauh ini, diakui ada beberapa desa dan kelurahan yang sudah mengalokasikan anggaran dana desa untuk pengembangan PAUD. Seperti Desa Jala, Hu’u, Cempi Jaya, Madaprama, Kwangko, Mangge Asi, O’o, Desa Kempo dan Kelurahan Kandai II. “Cuman besarannya kita tidak tahu,” tuturnya.

Kata dia, masih banyak desa dan kelurahan yang belum mendukung keberadaan PAUD. Rata-rata alasannya, PAUD tidak hadir dalam Musdes maupun Muskel. Sehingga, tidak diketahui tentang kebutuhan PAUD.

“Kita terus dorong desa-desa bersinergi dengan PAUD untuk menganggarkan kebutuhan insentif bagi tutor. Karena mereka (Tutor PAUD, red) selama ini hanya memperoleh pendapatan dari transport. Itupun didapat kalau ada kegiatan,” ucapnya.

Lembaga PAUD, tambahnya, sangat diperlukan. Sebab, pendidikan di usia emas sangat menentukan pendidikan anak-anak di masa berikutnya. Pendidikan anak usia dini dimulai dari PAUD.

Hal-hal baik, kebiasaan atau aktivitas-aktivitas yang baik harus diajarkan agar menjadi kebiasaan mereka di masa berikutnya.

“Jika sejak dini sudah diajarkan kebiasan-kebiasaan yang bagus, akhirnya anak-anak akan lebih condong pada sesuatu yang positif yang bermanfaat untuk cita-citanya mendatang,” ungkapnya.

Untuk menciptakan keadaan yang lebih baik dimasa datang, kuncinya adalah mempersiapkan generasi saat ini. Apalagi di era perkembangan teknologi yang sangat luar biasa.

“Dari PAUD, kita akan menyiapkan generasi-generasi yang akan datang menjadi generasi penerus yang lebih baik,” imbuhnya. (di)