Salah satu jenis tarian klasik Istana Bima yang ditunjukkan gadis-gadis Bima. (ist/lakeynews.com)

 

BIMA, Lakeynews.com – Museum ASI Mbojo terus melakukan terobosan. Kali ini, museum dibawa kepemimpinan Ruslan, S.Sos itu mengadakan Kursus Alat Musik dan Tari Klasik Istana Bima.

Bagi yang berminat mempelajari atau memperdalam ilmu tentang alat musik dan keterampilan menari, bisa langsung mendaftarkan diri mulai Senin (9/3), besok.

“Ini salah satu upaya kita menanamkan kecintaan terhadap seni budaya tradisional Bima,” kata Alan Malingi, sapaan akrab Ruslan pada Lakeynews.com.

Menurutnya, untuk angkatan pertama, pendaftaran mulai besok, Senin (9/3) dan ditutup pada 31 Maret ini.

Sedangkan kursusnya akan berlangsung mulai April hingga Juli 2020. “Kursus direncanakan dua kali seminggu untuk masing-masing kelas,” jelas Alan.

Menurut Alan, peserta kursus dibagi lima kelas. Dua kelas laki-laki dan tiga kelas perempuan

Dua kelas Laki-laki;
1. Kelas Alat Musik.
2. Kelas Tari Lenggo Mone (usia SD hingga perguruan tinggi).

Tiga Kelas Perempuan;
1. Kelas Mpa’a To’i atau Tari Karaenta (usia TK dan SD).
2. Kelas Mpa’a Mboha atau Tari Katubu (usia SMP). Dan,
3. Kelas Mpa’a Na’e atau Lenggo Siwe (SMA dan perguruan tinggi).

“Instrukturnya adalah para pemain alat musik dan penari dari Sanggar Samparaja, serta maestro dari penari Klasik Istana Bima,” jelas Alan.

Bagi yang berminat, dapat segera mendaftar langsung ke Museum ASI Mbojo. Setiap hari, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 Wita.

“Biaya pendaftarannya sekaligus iuran pertama sebesar Rp. 70 ribu. Kalau Iuran per bulannya sebesar Rp. 50 ribu,” sambung Alan. (tim)