
DOMPU, Lakeynews.com – Masyarakat Kabupaten Dompu, kini harus tetap meningkatkan kewaspadaan. Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih mengancam. Dalam bulan ini saja tercatat 10 kasus ditangani RSUD.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Dompu Rahmat, SKM mengungkapkan, sejumlah pasien kasus tersebut berhasil ditangani cepat. Rata-rata penderita sembuh total. “Sejumlah pasien ini tersebar di sejumlah desa,” terangnya.
Dibandingkan dengan data penderita DBD tahun 2019, diakui jumlah kasus diawal tahun ini mengalami penurunan yang cukup signifikasi. Sebab, bulan Januari sampai dengan Februari tahun lalu, tercatat 116 kasus. Empat orang diantaranya meninggal dunia.
“Kalau sekarang (tahun ini, red) tidak ada yang meninggal dunia,” katanya.
Dia mengaku, telah mengambil langkah dalam mengatasi merebaknya penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti. Selain intens sosialisasi tentang penerapan pola hidup bersih (PHBS), aktivitas fogging di beberapa desa yang dianggap rawan juga dilakukan. “Saat ini kita sudah fogging di Kelurahan Montabaru dan Desa Lanci,” ungkapnya.
Rahmat mengajak masyarakat mengamati tempat yang mungkin berkembang biaknya nyamuk di sekitar tempat tinggal. Sebab, musim hujan sangat berpotensi terciptanya sarang nyamuk. “Kalau dijumpai lakukan pemberantasan sarang nyamuk secara mandiri,” ucapnya.
Ditegaskan, fogging bukan menjadi indikator dalam pemberantasan nyamuk DBD. Namun yang paling utama, kesadaran masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan sistem 3S.
“Fogging tidak mampu membunuh jentik-jentik nyamuk. Menerapkan pola hidup bersih sangat efektif dalam memberantas penyakit DBD. Karena itu, mari bersihkan tempat tinggal kita,” ajaknya. (di)
