

Hari Pertama SKD Molor Sekitar Dua Jam
Catatan: Sarwon Al Khan, Dompu
ANIMO warga untuk menjadi Aparatur Sipil Negara atau Pegawai Negeri Sipil (ASN/PNS) di Kabupaten Dompu, masih tinggi.
ASN/PNS bahkan tetap dianggap sebagai prestise. Juga, alternatif utama pilihan yang kejar untuk masa depan.
Bayangkan saja. Formasi CPNS untuk Dompu tahun 2019 hanya 249. Namun, kuota tersebut diburu oleh ribuan orang. Persisnya, 6.639 peserta.
Ini artinya jumlah peserta yang mengejar posisi ASN/PNS kali ini hampir 30 kali lipat dari formasi yang tersedia.
Menurut Kabag Protokol dan Koordinasi Pimpinan (Prokopim) Setda Dompu Muhammad Iksan, SST, MM, dari 249 formasi itu, 120 diantaranya untuk guru. Selebihnya, 103 formasi tenaga kesehatan dan 26 formasi tenaga teknis lain.
6.639 peserta mulai mengadu nasib. Berusaha menjadi yang terbaik. Mereka akan mengikuti beberapa tahapan seleksi.
Mulai hari ini, Kamis hingga sembilan hari kedepan (30/1 – 7/2), ribuan orang itu menjalani tahapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Seleksi ini dipusatkan di Ruang Praktek Siswa (RPS) SMKN 1 Dompu.
Selama sembilan hari, 6.639 peserta terbagi dalam 43 sesi. Satu hari, ada lima sesi. “Tiap sesi sebanyak 155 peserta. Kecuali hari Jumat hanya empat sesi,” jelas Muhammad Iksan.
Dari 6.639 peserta yang mengikuti SKD CPNS, kata pria yang akrab disapa Papi Iron itu, sebagian besar memburu formasi guru. Jumlahnya mencapai 4.709 orang.
Kemudian 1.706 orang lagi mengejar formasi tenaga kesehatan, dan 583 orang pada formasi tenaga teknis lain.
“Alhamdulillah, pada hari pertama SKD ini, secara umum hampir tidak ada kendala dan hambatan,” kata Papi Iron.
Pantauan media ini, pelaksanaan SKD hari perdana tadi, agak molor sekitar dua jam. Sedianya dimulai sekitar pukul 08.00 Wita. Namun, baru terlaksana sekitar pukul 10.00 Wita.
Bukan itu saja. Pelaksanaan sesi kelima di hari pertama, dijadwalkan berakhir sore. Tetapi, kegiatan SKD berlangsung hingga malam hari. “Sesi terakhir selesai malam,” kata salah seorang sumber Lakeynews.com, malam ini.
Informasinya, beberapa penyebab molornya SKD hari pertama yang terlaksana secara nasional itu. Salah satunya, karena telatnya koneksi dengan server pusat.
Diperiksa Metal Detector
Pagi-pagi para peserta yang memiliki jadwal SKD saat itu, sudah berada di sekitar lokasi. Mereka menjalani beberapa tahapan pra-SKD.
Dimulai dengan proses pendaftaran yang disesuaikan dengan nomor peserta ujian. Mereka kemudian diregistrasi oleh panitia.
Setelah itu, semua peserta (satu persatu) diperiksa secara ketat oleh pihak kepolisian. Baik tas bawaan maupun fisik peserta. Termasuk menggunakan metal detector.
Kemudian ditempatkan di ruang tunggu, tenda yang disiapkan panitia di halaman tempat SKD. Proses terakhir, absensi untuk menuju ruang ujian (tes). (*)
