(Umi Dinda) didampingi ibunda dan putranya yang juga Ketua DPRD Bima Muhammad Putra Ferryandi, memberikan sambutan keluarga. (ist/lakeynews.com)
Ratusan undangan menghadiri doa bersama mengenang enam tahun wafatnya almarhum Ferry Zulkarnaen. (ist/lakeynews.com)
Undangan doa bersama mengenang enam tahun wafatnya almarhum Ferry Zulkarnaen. (ist/lakeynews.com)
Selain di luar/halaman, undangan juga memenuhi ruang dalam rumah. (ist/lakeynews.com)

 

BIMA, Lakeynews.com – Enam tahun sudah wafatnya H. Ferry Zulkarnaen, ST (Dae Ferry), mantan Bupati Bima. Deraian air mata kerinduan terus mengalir mengenang kisah dan kenangan mantan Bupati Bima semasa hidup yang tidak akan pernah terlupakan sepanjang kehidupan.

Hal ini, terlihat jelas dalam momentum doa bersama mengenang enam tahun wafatnya almarhum Dae Ferry yang berlangsung di kediaman Bupati Bima Hj. Indah Dhamanyanti Putri, SE (Umi Dinda), istri tercinta dari almarhum, Kamis (26/12) malam.

Bahkan, pada saat Umi Dinda menyampaikan kata pengantar (sambutan) keluarga, terlihat tak kuasa memendung air matanya di hadapan semua pihak yang hadir dalam acara tersebut. Suasana ini, sontak membuat keluarga Kesultanan Bima dan undangan pun ikut meneteskan air mata kerinduan.

“Saya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran keluarga dan semua pihak dalam acara ini,” ujarnya.

Kata Umi Dinda, enam tahun yang lalu, juga tepat pada hari Kamis, keluarga dan masyarakat dana mbojo (Bima) kehilangan sosok Sultan dan pemimpin yang luar biasa.

Almarhum, seorang anak bagi ibunda tercinta dan saudara yang sangat dicintai bagi adik-adiknya. “Almarhum, suami yang paling kami cintai dan ayah bagi anak-anak kami,” katanya.

Diakui Umi Dinda, kehilangan itu sudah cukup lama, tetapi setiap tahun mengenangnya tanpa disadari, perasaan masih ada ditengah kehidupan dirinya sekeluarga yang selalu merindukan perjuangan almarhum semasa hidup.

Pada setiap kesempatan, Umi Dinda tidak henti-hentinya memohonkan maaf dari para sahabat, guru, masyarakat Kabupaten Bima dan orang yang sering bersama almarhum Dae Ferry.

“Atas nama keluarga, memohonkan maaf segala khilaf. Selama berinteraksi, bergaul dengan seluruh masyarakat, saudara dan handaitulan, terkhusus orang-orang yang berdoa bersama pada malam hari ini. Semoga amal kebaikannya diterima Allah SWT dan semoga almarhum mendapat tempat terbaik bersama orang-orang saleh disisiNya,” doanya.

Tak lupa juga atas nama keluarga besar Kesultanan Bima, Umi Dinda mengucapkan terima kasi atas doa tulus yang dihantarkan dan maaf yang diberikan, akan memudahkan jalan almarhum kehadapan Allah SWT.

“Semoga tauladan yang diajarakan, kebaikan yang pernah dilakukan mendapat catatan pahala yang terus mengalir terutama bagi anak dan keturunan almarhum,” ucapnya.

Lepas hal itu, pada momentum ini pun, Umi Dinda (Bupati Bima) secara khusus menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Bima, atas dukungan semua pihak sehingga pelaksanaan Pilkades seretak 16 Desember 2019 lalu berjalan dengan sukses, aman dan lancar.

Kepada para kepala desa (Kades) terpilih, ia meminta agar dapat menjaga amanah yang diberikan dan mulailah melakukan koordinasi dengan seluruh rekan-rekan yang belum berkesempatan, membangun bersama-sama, memulihkan pembangunan Indonesia, khususnya Bima.

“Mari kita semangat bekerja demi kemajuan masyarakat dan daerah Kabupaten Bima ini,” ajaknya.

Pada momentum ini, juga dihadiri Wakil Bupati Bima Dahlan HM. Noer, Sekda Bima Drs. HM. Taufik HAR, M.Si, Forkopinda, Wali Kota Bima HM. Lutfi, SE, Wakil Wali Kota Bima Ferry Sofyan, SH, para kepala OPD dan Kabag di lingkup Setda Bima.

Doa bersama ini menghadirkan KH. Abdurahim Haris sebagai penceramah. (asm)