Pemerhati politik di Kabupaten Dompu Suherman. (dok/lakeynews.com)

Catatan: Sarwon Al Khan, Dompu

Tahapan Pilkada Dompu 2020 telah diluncurkan KPU pada awal November lalu. Namun, suhu politik di Dana Nggahi Rawi Pahu cenderung masih landai dan adem-adem saja.

————–

ITU di dunia nyata. Sedang di dunia maya (media sosial), beberapa kali tampak seolah-olah terjadi perang dingin antarkubu tertentu. Tetapi, belakangan situasi kembali tenang dan sejuk.

Sejumlah nama bakal calon pemimpin Dompu Periode 2020-2025, baik untuk bupati maupun wakil bupati (Wabup) bermunculan. Terlebih setelah mereka mendaftarkan diri di sejumlah partai politik.

Di antara mereka, ada beberapa figur dan paket yang akhir-akhir ini namanya menonjol. Bahkan, di antara mereka kian menguat sebagai bakal pasangan calon (Paslon).

Pantauan Lakeynews.com, bakal Paslon yang lebih awal muncul adalah Abdul Kader Jaelani (pengusaha) dan Hj. Nurlaela Chainunnisa (politisi).

Menyusul bakal Paslon Hj. Eri Aryani (istri Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin) dan H. Ichtiar Yusuf, SH (Kadis Dikpora Dompu).

Beriringan dengan itu, bakal Paslon H. Syaifurrahman Salman, SE (mantan Bupati Dompu) dan Ika Rizky Veryani (pengusaha).

Teranyar adalah bakal Paslon Prof. Dr. Mansyur Gani, M.Si (Guru Besar Universitas Negeri Makassar) dan Aris Ansary, ST, MM (Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Atap Dompu).

Sementara kandidat Bacabup lain, seperti Ir. Muhammad Ruslan (Presiden Rai Aina Ngantu), Arifudin, SH (Wakil Bupati Dompu) dan beberapa nama lainnya, hingga tulisan ini diunggah belum diperoleh kepastian siapa bakal pasangannya.

Kendati demikian, berhembus rumor dan disebut-sebut bahwa Muhammad Ruslan alias Dae Olan akan berpasangan dengan putra Dompu yang berdomisili di luar daerah.

Figur dimaksud, seorang ASN. Saat ini menjadi salah satu pejabat di sebuah kabupaten Pulau Jawa. “Insya Allah, Dae Olan akan berpasangan dengan figur itu,” kata salah sumber terdekat Dae Olan, beberapa hari lalu.

Sekali lagi, nama-nama di atas menguat sebagai bakal Paslon. Bukan berarti sudah final. Bongkar-pasang masih memungkinkan terjadi. Apalagi sampai saat ini, belum satupun bakal Paslon memiliki kendaraan politik (partai politik) pengusung yang pasti.

Karena itu, diprediksikan bongkar-pasang bakal Paslon sangat memungkinkan. Lebih-lebih bagi sebagian parpol, hal tersebut menjadi bagian bargaining sebelum menetapkan dan memutuskan bakal Paslon yang akan diusung pada Pilkada yang dihelat September tahun depan.

Hal ini pun seirama dengan pandangan salah seorang pemerhati politik di Kabupaten Dompu Suherman.

Pria yang akrab dipanggil Herman Pelangi ini berpendapat, bongkar-pasang bakal Paslon di Pilkada Dompu 2020 masih memungkinkan terjadi. Terutama sepanjang belum ada kepastian dukungan parpol.

“Bisa saja yang saat ini sudah menentukan pasangan melakukan bongkar-pasang pasangan kalau ada partai politik yang “ngotot” menyodorkan kadernya sebagai bakal calon,” tandasnya pada Lakeynews.com, Senin (23/12) malam ini.

Atau sebaliknya, lanjut Herman, mereka yang saat ini belum menentukan pasangan calon, bisa saja mengambil pasangan dari kader parpol untuk mendapatkan dukungan parpol.

“Semua kemungkinan itu bisa saja terjadi. Apalagi tahapan pencalonan masih lama,” tandas Komisisioner KPU Dompu Periode 2014-2019 itu. (*)