Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE menyalami Ketua Pengurus Iswara Kabupaten Bima 2019-2024, Juhra M. Aminurlah. (ist/lakeynews.com)

Umi Dinda: Kita Berorganisasi untuk Belajar

BIMA, Lakeynews.com – Pengurus dan Anggota Ikatan Istri Wakil Rakyat (Iswara) Kabupaten Bima Periode 2019-2024, dikukuhkan. Acara pengukuhan tersebut berlangsung di Aula Sekretariat DPRD Kabupaten Bima, Senin (09/12).

Kegiatan yang berlangsung khidmat itu dihadiri Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, pimpinan dan sejumlah anggota dewan, serta sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Bima.

Iswara Kabupaten Bima 2019-2024 diketuai Juhra M. Aminurlah. Berikut Wakil Ketua Syuciyati Yasin, Sekretaris Fatimah Zulkarnain, Wakil Sekretaris Nurhaerunnisah Ilham Yusuf, Bendahara Tutik Setyowati Sulaiman dan Wakil Bendahara Lili Suryani Edy Muhlis.

Organisasi ini didukung lima seksi. Yakni Seksi Organisasi/Kelembagaan, Seksi Pendidikan dan Keagamaan, Seksi Kerja Sama dan Hubungan Anatarlembaga, Seksi Pemberdayaan Sosial dan Kemasyarakatan, dan Seksi Kesehatan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Ketika memberikan sambutan, Bupati mengatakan, Iswara adalah organisasi yang tergabung dalam GOW. Organisasi yang mewadahi istri para legislator Bima.

Terkait kiprah Iswara di tengah-tengah masyarakat, diharapkan akan lebih banyak program yang dilaksanakan antara eksekutif dan legislatif. Bisa dilaksanakan secara bersama-sama.

“Begitu istimewanya Iswara Kabupaten Bima,” ujar Umi Dinda (sapaan Bupati Bima) sebagaimana dikutip Kabag Humas Setda M. Chandra Kusuma, Ap, Senin (9/12).

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE dan pimpinan DPRD pose bersama Pengurus Iswara 2019-2024. (ist/lakeynews.com)

Menurutnya, istri bukan saja sebagai pendamping hidup. Tetapi bisa memberikan semangat dan mendorong suami agar berkiprah dengan lebih baik.

Bupati menyadari, Iswara tidak hanya berlatar belakang pendidikan tinggi atau pegawai. Ada pula yang berlatar belakang ibu rumah tangga. Tujuan berorganisasi adalah untuk bersama-sama belajar.

“Bukan untuk menilai siapa yang paling pintar. Kita semua hadir untuk belajar berorganisasi. Ibu-ibu Iswara harus mendukung sepenuhnya tugas para suaminya,” imbuhnya.

Menjadi istri legislator, kata ketua DPD II Partai Golkar ini, tidak mudah. Orang akan melihat penampilan, perilaku dan tindak tanduk seseorang orang manakala sudah berhasil.

Karena itu, dia berharap, organisisi Iswara tidak sekadar menunjukkan kemewahan. “Jadikan Iswara sebagai pengikat, penguat silaturahmi antarsesama anggota,” pesannya. (zar)