
Yang belum Ditangani Akan Dilanjutkan Tahun 2020
BIMA, Lakeynews.com – Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, menanggapi arif berbagai kritikan dan beberapa elemen masyarakatnya. Termasuk sorotan tajam dari salah seorang anggota DPRD yang menilainya gagal dalam membangun infrastruktur jalan di daerah itu.
Menurut wanita yang akrab disapa Umi Dinda itu, beberapa infrastruktur jalan yang disoroti anggota dewan sebagaimana dilansir di sebuah media online itu, sebenarnya sudah ditangani.
“Yang belum sempat terpenuhi tahun sebelumnya dan tahun ini, akan kita lanjutkan tahun 2020,” tegas Umi Dinda melalui Jurubicara Pemkab Bima M. Chandra Kusuma, AP, Sabtu (7/12) di Bima.
Kata Chandra, Bupati menegaskan, tetap komit dan konsisten dalam membangun infrastruktur jalan dan jembatan yang menjadi kewenangan Pemkab Bima. Bahkan yang menjadi kewenangan Pemprov NTB pun tetap diperhatikan.
“Karena berada di wilayah daerah ini, Pemkab Bima pun berkoordinasi dengan pihak Pemprov,” ujarnya. “Untuk kemaslahatan masyarakat Bima kita tetap bangun,” sambung Chandra.
Sedangkan pengerjaan pembangunan yang menjadi tunggakan tahun kemarin dan tahun ini, paparnya, akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2020. Semua jalan sebagai penghubung antardesa dan dusun di wilayah yang dinilai masih terisolir, sudah terbuka aksesibilitasnya.
“Dari tahun ke tahun kita komit membangun. Sudah banyak yang kita bangun,” tandas Kabag Humas Setdakab Bima itu.
–
Infrastruktur Jalan yang sudah Dibangun
Menurut Chandra, tahun 2017 dengan pagu anggaran satu miliar rupiah lebih, pemerintah telah melakukan peningkatan jalan pada ruas Jalan Rupe-Kalodu, pelebaran rabat beton dari sta 2+500 – 3+250. Untuk galian dan sirtu 3+250-4+150.
“Selain aspal hotmix, juga dilakukan pelebaran cor badan Jalan Rupe-Kalodu sepanjang 800 meter,” cetus Chandra.
Masih pada tahun yang sama. Dengan pagu dana Rp. 1,042 miliar, pemerintah mengerjakan timbunan badan jalan ruas Rupe-Kalodu (sirtu) sepanjang 850 meter, pemasangan dua unit gorong-gorong dan galian pelebaran untuk perbaikan trase Jalan Rupe-Kalodu sepanjang 760 meter.
“Juga telah mengaspal hotmix Jalan Sondo-Rontu sepanjang 900 meter dengan total anggaran Rp. 901 juta lebih,” tuturnya.
Kemudian, tahun 2019 ini, Pemkab Bima telah mengaspal hotmix Jalan Talabiu-Dore, Ntonggu-Waduramba, Rada-Doridungga, Wora Luar-Wora Dalam. Juga, Jalan Desa Maria-Riamau, Kecamatan Wawo, tuntas dihotmix.

“Akses jalan ke Desa Nggelu, Kecamatan Lambu, sudah tuntas dihotmix pada tahun 2016. Total penanganan aspal 9,95 kilometer. Sampai ujung kampung,” tegas Chandra.
Ditambahkan, ruas jalan lingkungan di tangani lewat DAK Afirmasi Bidang Transmigrasi di SP.2, SP 4 dan KTM Tambora 2018-2019 dengan alokasi anggaran Rp. 10 miliar.
Begitu juga jembatan Oi Marai ditangani 2019-2020 melalui ikhtiar dana TP, yang selama ini menjadi PR bersama di ruas jalan provinsi bentang w30 dengan dana sebesar Rp. 11 miliar selama dua tahun.
“Sehingga, tahun 2020, jalur lingkar utara tidak lagi terputus,” ujarnya sembari menambahkan, lewat dana hibah BPBD jembatan, di relokasi pemukiman Wawo.
Karena itu, pemerintah kabupaten menegaskan, yang disebut atau disoroti salah seorang anggota DPRD Bima sebelumnya tersebut, sesungguhnya telah tertangani. “Sudah kita tangani,” tegasnya.
Hanya saja, diakuinya, pemerintah tidak bisa menganaktirikan wilayah lain. “Kita juga harus menangani wilayah-wilayah lain di Kabupaten Bima,” tandasnya.
Bahkan, untuk jalan Tangga Baru-Sarae Ruma, Bupati Bima telah bersurat kepada Menteri PUPR agar dapat ditangani oleh kementerian sebagai bagian program penugasan mereka.
–
Infrastruktur Jalan dan Jembatan yang Dilanjutkan 2020
Sebagai program lanjutan tahun 2020 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik bidang jalan, Pemkab Bima akan melanjutkan pemeliharaan berkala Jalan Sondo-Pantai Rontu, Kecamatan Monta. Kecamatan Sape, lanjutan Bugis-Gusu.
Kemudian, di Kecamatan Ambalawi, peningkatan Jalan Mawu Luar dan Mawu Dalam. Di Kecamatan Palibelo, penanganan Jalan Teke dan Ntonggu. Di Kecamatan Bolo, pemeliharaan berkala Jalan Sondosia-Palisondo.
Sementara di Kecamatan Woha, akan dilakukan peningkatan Jalan Pandai-Risa. Kecamatan Belo, dilakukan pemeliharaan berkala Jalan Tente-Ncera.
Selain itu, melalui Dana Alokasi Umum (DAU), Pemkab Bima akan merehab jembatan di Desa Tangga Baru, Monta Dalam. Juga, membangun jembatan gantung di Dusun Palisondo Desa Sondosia dan pemeliharaan berkala ruas Jalan Desa Sumi yang merupakan akses utama bagi masyarakat di Kecamatan Lambu.
“Jadi, tidak benar kalau Pemkab Bima dianggap gagal membangun infrastruktur jalan,” tegasnya.
Pemerintah, kata Chandra, selalu mengalokasikan anggaran setiap tahun untuk perbaikan dan peningkatan jalan dan jembatan. “Memang, diutamakan yang dinilai vital bagi masyarakat,” tandasnya.
Atas nama Pemkab Bima, Chandra meminta kesabaran semua pihak. Karena, tidak semua pembangunan bisa dipenuhi sekaligus oleh pemerintah. “Intinya, yang tahun kemarin dan saat ini belum sempat dipenuhi, nanti tahun 2020 dilanjutkan,” janjinya. (tim)
