Kabid PAUD dan Dikmen Dinas Dikpora Kabupaten Dompu M. Yusuf Wijaya. (ady/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Bantuan Operasional Penyelenggara (BOP) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pusat tahap II tahun 2019 siap dicairkan.

Kabid PAUD dan Dikmen Dinas Dikpora Kabupaten Dompu M. Yusuf Wijaya mengatakan, saat ini masing-masing penyelenggara telah mengajukan pencairan di BPKAD. “Tinggal kita menunggu saja waktu pencairannya,” katanya pada Lakeynews.com, Kamis (28/11).

Dia memaparkan, secara keseluruhan tahun ini Kabupaten Dompu mendapatkan anggaran sebesar Rp. 5 miliar lebih yang diperuntukan untuk PAUD, TK, Tempat Penitipan Anak dan sejenisnya. “Pastinya di Dompu saat ini ada 256 PAUD. Namun, tidak semuanya dapat BOP. Yang dapat hanya yang di-SK-kan Bupati,” bebernya.

Yusuf menjelaskan beberapa syarat untuk BOP PAUD. Yakni lembaga mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), peserta didik minimal 12 orang dan terdaftar di Dapodik, lembaga mempunyai rek atas nama sendiri dan memiliki NPWP. “Bila syarat itu terpenuhi maka dana dapat langsung diserahkan,” terangnya.

Bantuan ini diberikan sebagai upaya membantu penyediaan pendanaan biaya operasional non personalia PAUD, mendukung operasional pendidikan, membantu anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatakan pendidikan usia dini. Dia berharap penggunaan BOP PAUD tidak ada penyimpangan.

“Semua lembaga melaksanakan sesuai petunjuk dan aturan. Sehingga, apabila diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Inspektorat tidak ada masalah,” paparnya.

Untuk diketahui, pemerintah daerah tengah menggencarkan program pembangunan sumber daya manusia mulai dari PAUD dan TK. “Jadi disana ada namanya PAUD Holistik integratif, yang didalamnya melibatkan semua stekholder terkait, seperti Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Dikes, TP PKK Pokja dua dan empat,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, anak didik tidak hanya diberi layanan bermain saja. Namun, juga mendapat layanan posyandu, kesehatan dan gizi. “Di sanalah kita bisa melihat perkembangan fisik anak terutama berat dan tinggi badan lingkar kepala sebagai deteksi dini tumbuh kembang anak dan upaya mencegah stunting,” tandasnya. (ady)