Ketika menemui mereka, terungkaplah seperti apa figur yang dikehendaki untuk memimpin daerahnya lima tahun ke depan. (sarwon/lakeynews.com)

Menjelang Pilkada Dompu 2020, sederet nama perempuan bermunculan. Ada yang digadang-gadang sebagai Bakal Calon Bupati (Bacabup). Ada juga yang disebut-sebut sebagai Bakal calon Wakil Bupati (Bacawabup). Siapa saja mereka? Bagaimana kansnya untuk menjadi calon kepala dan wakil kepala daerah? Bagaimana pula peluangnya untuk memenangkan pertarungan perebutan kekuasaan Dompu lima tahun kedepan?

==============

Sarwon Al Khan, Dompu – NTB

==============

KABUPATEN Dompu merupakan salah satu daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang akan menjadi bagian Pilkada serentak September 2020.

Informasi dan referensi yang dihimpun penulis dari sejumlah sumber, selama ini sangat minim perempuan Dompu yang menjadi Cabup atau Cawabup. Bahkan nihil.

Jangankan menjadi calon hingga ditetapkan KPU, berminat mendaftarkan diripun tidak ada. Itu terbaca setiap parpol membuka pendaftaran Bacabup/Bacawabup dari period eke periode. Menjadi calon bupati maupun wakil bupati, bagi kaum hawa, seolah hal tabu.

Sekali lagi, itu, selama ini. Tetapi, menyongsong Pilkada Periode 2020-2025 muncul sejumlah nama. Terlepas nama-nama mereka menguat karena memunculkan diri atau dimunculkan oleh elemen masyarakat.

Intinya, kaum perempuan kini bangkit dan sungguh memberikan warna. Mereka muncul dalam kontestasi Pilkada Dompu 2020, sesuatu yang luar biasa dan patut diapresiasi.

Sebagaimana kita ketahui, dua jalur pengajuan (pengusungan) pasangan calon (paslon) kepala daerah. Selain independen, juga melalui parpol atau gabungan parpol.

Lewat jalur parpol misalnya. Parpol sebagai pemegang otoritas dalam menyeleksi, menyaring dan menyaring paslon yang akan diusung dan didaftarkan ke KPU.

Dari belasan nama yang Bacabup/Bacawabup, ada beberapa nama dari kaum Hawa yang menonjol. Bahkan, empat diantaranya justru cenderung mampu mendominasi.

Salah seorang dari mereka, Hj. Eri Aryani (istri Bupati Dompu H. Bambang M. Yasin/HBY). Wanita yang akrab disapa Umi Eri atau ERA itu, hampir dipastikan maju dengan posisi sebagai Bacabup. Dia jagokan berpasangan dengan H. Ichtiar Yusuf alias HI (Kadis Dikpora Dompu) sebagai Bacawabup.

ERA sudah mendapat restu dari sang suami. Bahkan, berpasangan dengan HI pun disetujui HBY. “Keduanya (ERA-HI) akan berpasangan di Pilkada 2020. Sebagai Suami, saya merestuinya,” kata HBY sebagaimana dilansir dompubicara.com, 24 November lalu.

Nama kedua, Hj. Nurlaila Chairunnisa atau biasa disapa Umi Nur. Ikut sebagai Bacawabup. Dia mantan anggota DPRD NTB, istri mantan Wakil Bupati H. Syamsuddin dan putri dari mantan Bupati H. Abubakar Ahmad (Ompu Beko). Umi Nur telah “dideklarasikan” mendampingi Abdul Kader Jaelani (AKJ/Bolly) sebagai Bacabup, beberapa waktu lalu.

Satu nama lagi, Ika Rizky Veryani. Wanita muda yang dikenal dengan panggilan Chika ini, juga tidak kalah harum namanya. Meski demikian, Chika belum dipastikan akan maju sebagai Bacabup atau Bacawabup.

Namun, belakangan nama Chika santer disebut-sebut akan mengambil ruang di posisi Bacawabup. Bacawabup untuk Bacabup mana pun belum ada di-fix-kan. Awalnya (Oktober 2019), sempat diviralkan akan berpasangan dengan mantan Bupati H. Syaifurrahman Salman.

Kemudian, spekulasi dan sinyalemen mencuat. Rumor yang berhembus, Chika diisukan akan berpasangan dengan Prof. Dr. Mansyur, M.Si. Bacabup yang kerap dipanggil Prof. Madani itu merupakan Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM).

Akhir-akhir ini, beberapa orang menduga Chika akan berpasangan dengan Bacabup Muhammad Ruslan (Presiden Rai Aina Ngantu). Lelaki yang biasa dipanggil Dae Olan ini adalah putra mantan Bupati HM. Yakub MT.

Nama perempuan lain yang mencuat, Aryani (pimpinan perusahaan PJTKI di Dompu). Dian mendaftar sebagai Bacabup di beberapa parpol.

Terlepas nama-nama wanita itu maju sebagai apa dan berpasangan dengan siapa, yang pasti kehadirannya telah memberikan warna baru bagi dunia perpolitikan di Kabupaten Dompu. Khususnya dalam konteks Pilkada.

Ruang sudah diberikan. Tentu dengan mengedepankan syarat, penilaian dan pertimbangan mutlak yang disyaratkan.

Ketika parpol-parpol pada akhirnya merekrut dan mengusung mereka, maka, dapat dipastikan Pilkada Dompu kali ini akan lebih menarik. Pilkada yang lebih menantang karena bertaburan “bintang-bintang srikandi”. Wallahu’alam bissawab.

Herman Pelangi: Tunjukkan Ide dan Gagasan agar Layak Diusulkan dan Dipilih

Pengamat Politik Dompu Suherman menuturkan, demokrasi memberikan kesempatan yang sama bagi setiap warga negara. Kesempatan untuk berpartisipasi di dalamnya. Baik sebagai pemilih maupun dipilih, laki-laki maupun perempuan.

“Kalau kita lihat data pemilih dari Pilkada ke Pemilukada, Pemilu ke Pemilu menerangkan bahwa pemilih perempuan lebih banyak dari laki-laki,” kata pria yang juga dikenal dengan nama Herman Pelangi itu saat dihubungi Lakeynews.com, Rabu (27/11) malam ini.

Pengamat politik yang juga mantan Komisioner KPU Kabupaten Dompu Suherman. (dok/lakeynews.com)

Dia mencontohkan data Pemilu terakhir (Pemilu 2019) di Kabupaten Dompu. Pemilih perempuan lebih banyak dari pemilih laki-laki. Dari 162.180 pemilih, pemilih perempuan sebanyak 81.711 orang dan pemilih laki-laki 80.469 orang.

Namun, kehadiran perempuan dalam Pilkada Dompu mendatang penuh dengan tantangan. “Salah satunya, masih adanya paradigma patriarki di sebagian masyarakat,” tegas Herman.

Pola pikir patriarki cenderung menempatkan perempuan di bawah kekuasaan laki-laki. Perempuan dicitrakan sekaligus diposisikan sebagai pihak yang lemah. Pihak yang tidak memiliki kemampuan di bidang politik dan pemerintahan.

Untuk itu, bagi bakal calon dari perempuan yang maju pada Pilkada mendatang, paradigma ini harus diubah dengan memberikan keyakinan kepada partai politik pengusul dan pemilih. Yakinkan, bahwa perempuan memiliki kemampuan yang sama dengan laki-laki untuk memberikan kesejahteraan dan kemakmuran bagi Bumi Nggahi rawi Pahu.

“Tunjukkan integritas, ide dan gagasan besar yang dimiliki, sehingga  layak diusulkan oleh partai politik dan dipilih oleh pemilih,” tegas Herman yang mantan Komisioner KPU Dompu Periode 2014-2019. (*)