
BIMA, Lakeynews.com – Petani rumput laut Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) patut berbahagia. Pemasaran rumput lautnya menembus pasar luar negeri. Saat ini, ratusan ton rumput laut Bima diekspor ke Cina.
Anggota Komisi IV DPR RI utusan Dapil NTB 1 (Pulau Sumbawa) H. Muhammad Syafrudin, ST, MM begitu mengapresiasi hal tersebut.
“Sebagai putra daerah (Bima), saya sangat bangga dan bahagia rumput laut dari Bima diekspor ke Cina,” kata Bang HMS (sapaan akrabnya) via ponselnya pada Lakeynews.com, Minggu (24/11) siang ini.
Diketahui, selama ini rumput laut Bima, baru dipasarkan dalam negeri saja. Seperti Surabaya, Jawa Timur dan DKI Jakarta. Tetapi saat ini, hasil bumi tersebut menembus pasar luar negeri, Cina.
“Kita harapkan rumput Bima ini, selain Cina bisa juga diekspor ke negara-negara lainnya,” imbuh politisi PAN yang tiga periode berturut-turut menjabat wakil rakyat pusat ini.
HMS melihat potensi rumput laut di Bima cukup banyak. Pun tersebar di sejumlah wilayah. Antara lain, di Kecamatan Langgudu, Monta bagian selatan, Parado bagian selatan, Sape, Lambu, Wera, Ambalawi, Soromandi bagian utara, Sanggar dan Tambora.
“Kedepan, potensi ini akan terus kita genjot agar produtivitasnya meningkat,” tandas anggota dewan yang dinilai paling rajin menemui dan menyerap aspirasi konstituennya ini.
Terkait upaya menggenjot proktivitas rumput laut, HMS akan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Sebagai mitra kerja Komisi IV, pihak KKP diupayakan membantu pemberdayaan petani dan nelayan rumput laut, mutiara dan ikan tuna. “Dengan demikian akan mampu meningkatkan taraf hidup petani dan nelayan. Khususnya di Bima, umumnya di Pulau Sumbawa,” ujarnya.
HMS berharap peluang eskspor ini dimanfaatkan secara maksimal oleh para petani dan nelayan. Pernyataan dan harapan HMS ini juga dilansir beberapa media online sebelumnya.
Disamping itu, HMS juga mengingatkan pemerintah daerah agar terus memberdayakan petani dan nelayan rumput laut ini. “Stabilitas harga rumput laut juga harus tetap dijaga oleh pemerintah daerah,” tegasnya.
Mengapa Pemda dituntut hadir dalam hal ini?
“Hasil pemasaran rumput laut di luar negeri, selain meningkatkan pendapatan petani dan nelayan juga akan meningkatkan penerimaan pendapatan negara melalui devisa,” jelasnya. (zar)
