Penderita lumpuh, Anggryani di RSUD Dompu. Dari kiri; TKSK Kilo Armand, saudara penderita, Bendahara Desa Mbuju, Sakti Peksos Rio Rangga Pranata dan ayah penderita, Ramli. (ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Rintihan penderita lumpuh, Anggryani (15), warga Desa Mbuju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu dan keluarganya didengar. Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Sakti Pekerja Sosial (Peksos) menginisiasi pengobatannya ke RSUD Dompu.

Anggryani dibawa dan mendapat perawatan medis dari rumah sakit sejak Jumat (15/11) lalu. “Selain secara medis, Anggryani juga mendapat beberapa layanan dan bantuan,” kata Sakti Peksos Kementerian Sosial di Kabupaten Dompu Rio Rangga Pranata, SH.

Pada Lakeynews.com, Rio (panggilan Rio Rangga Pranata) mengaku, pihaknya bersama TKSK Kilo juga mendampingi penderita lumpuh itu.

Sakti Peksos mendapat infomasi tentang penderita lumpuh ini dari media sosial (medsos), Kamis (14/11). Hari itu juga Sakti Peksos berkoordinasi dengan TKSK terkait informasi tersebut.

Sehingga, pada hari yang sama, TKSK Kilo bersama Babinsa Mbuju turun ke lapangan untuk memastikan kabar tersebut. “Hasilnya, memang benar ada anak yang mengalami lumpuh atas nama Anggryani,” jelas Rio.

Rio membantah Anggryani menderita penyakit itu sudah bertahun-tahun. Menurutnya, anak itu mengalami sakit mulai sekitar Maret 2019.

“Bulan April sempat dirujuk ke RSUD Dompu untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, hasil pemeriksaan saat itu Anggryani tidak mengalami gangguan (sehat),” paparnya.

“Sejak itu, orang tua hanya mengobati Anggryani dengan cara tradisional,” sambung Rio.

Ramli, ayahanda penderita lumpuh (kanan) menerima uang tunai Rp. 3 juta dari Pemdes Mbuju melalui bendahara desa. (ist/lakeynews.com)

Tetapi ketika TKSK Kilo turun ke Mbuju melihat kondisi Anggryani tidak bisa berjalan dan mengalami luka di bagian pinggul dan sekitarnya. Hal itu mengakibatkan Anggryani kerap merasa kesakitan dan tidak nyaman.

Karena itu, TKSK langsung berkoordinasi dengan Sakti Peksos terkait rencana tindak lanjut. Kemudian berkomunikasi dengan pihak keluarga, Mantri Pustu (Puskesmas Pembantu) Desa Mbuju dan menentukan waktu merujuk rumah sakit.

Keesokan harinya (Jumat), Anggryani akhirnya dirujuk dan dibawa RSUD Dompu. Disamping pelayanan medis, penderita juga mendapat sumber layanan dan bantuan yang telah diakses keluarga.

Antara lain, Anggryani telah tercover dalam BPJS Kesehatan, PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) dari Kemensos. “Juga mendapatkan bantuan uang tunai Rp. 3 juta dari Desa Mbuju,” tandasnya.

Sedangkan dari Sakti Peksos, disampingi mendampingi Anggryani dirujuk ke rumah sakit, juga melakukan beberapa upaya. “Kita mengupayakan mencari sumber bantuan lainnya. Seperti pada Badan Amil Zakat Daerah (BAZDA). Juga memantau kondisi dan perkembangan anak ini (Anggryani, red) selama berada di RSUD,” ujarnya. (zar)