Para penumpang Nam Air rute Bima-Lombok saat memprotes pihak penerbangan dan bandara, Jumat (15/11) siang. (ist/lakeynews.com)

BIMA, Lakeynews.com – Pesawat Nam Air gagal terbang dari Bandara Muhammad Salahuddin Bima ke Bandara Internasional Lombok (BMU to LOP), Jumat (15/11). Penyebabnya, pesawat tersebut tidak bisa start.

Menurut beberapa penumpang, Nam Air dengan nomor penerbangan IN653, seharusnya terbang pukul 11.30 Wita. “Boarding pukul 11.00 dan seharusnya kita terbang pukul 11.30,” kata salah seorang penumpang pada Lakeynews.com, siang ini.

Para penumpang melakukan protes ke pihak penerbangan dan bandara. Bahkan, tidak sedikit di antara mereka yang mencak-mencak dan marah-marah. “Kami terlambat sedikit saja, ditinggal. Klaim kami tidak diterima,” keluh salah seorang penumpang.

“Tapi kalau kesalahan terjadi pada mereka (pihak penerbangan, red), mereka malah sederhana saja menyikapinya. Padahal kami sangat dirugikan. Urusan penting kami pun dikorbankan,” sambungnya.

Beberapa penumpang mengaku tidak tahu persis penyebab kegagalan penerbangan pesawat yang sebelumnya terbang dari Denpasar ke Bima itu.

Ada yang menyebutkan, pintu pesawat tidak bisa dibuka karena terganggu atau rusak, sehingga tidak bisa. Juga ada yang mendengar informasi, bahwa ada gangguan di bagian depan pesawat.

“Belum ada kepastian kapan akan diperbaiki dan kapan pula bisa selesai diperbaiki, kami belum tahu,” kata seorang penumpang yang mengaku hendak ke Mataram.

Karena Nam Air gagal terbang, pihak pesawat tersebut menawarkan beberapa opsi kepada para penumpangnya. Salah satunya, untuk beralih (naik) pesawat Wings Air (Lion Air Group).

“Tadi ada opsi naik Wings Air, tapi saya tak kebagian. Yang dapat dimuat Wings Air hanya sekitar 18 orang penumpang Nam Air,” jelasnya.

Hingga berita ini diunggah, pihak Nam Air belum dapat dikonfirmasi. Namun, Kepala Bandara Muhammad Salahuddin Bima I Kadek Yuli membenarkan gagal terbangnya pesawat Nam Air tujuan Lombok itu.

Kendati demikian, Yuli membantah, pesawat gagal terbang karena mengalami gangguan atau kerusakan pada pintu penumpang.

“Tidak dapat terbang karena alasan (kendala) teknis. Tidak bisa start. Jadi, bukan karena kerusakan pintu penumpang,” papar Yuli melalui telepon genggamnya. Saat dihubungi Lakeynews.com Yuli mengaku sedang berada di Jakarta.

Hingga sore ini, lanjutnya, sedang ditunggu peratan pengganti alat yang mengalami gangguan tersebut. “Sekarang masih menunggu spare park untuk mengganti alat itu,” tandas Yuli.

Dijelaskan Yuli, sebelumnya, pesawat Nam Air itu terbang dari Denpasar menuju Bima. Saat akan terbang terbang dari Bima ke Lombok, pesawat mengalami kendala teknis.

Sebagai solusinya, pihak penerbangan menawarkan tiga solusi. Pertama, tetap terbang dengan Nam Air setelah diganti spare park-nya. Namun belum dapat dipastikan kapan waktunya.

Kedua, naik atau dialihkan ke penerbangan lain (pesawat lain), Wings Air. Dan, ketiga, dikembalikan uangnya.

“Tegantung penumpang, mau yang mana. Tapi tadi sejumlah penumpang sudah terbang menggunakan Wings Air,” beber Yuli. (zar)