Anggryani (15), warga Dusun Pantai Biru, Desa Mbuju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, kini hanya terbaring di tempat tidur. (ady/lakeynews.com)

Anggryani (15), warga Dusun Pantai Biru, Desa Mbuju, Kecamatan Kilo, hanya terbaring di tempat tidur. Tak bisa beraktivitas seperti remaja seusianya. Kondisinya lemah. Dia mengalami lumpuh. Penderitaannya sejak beberapa tahun lalu.

============

ANAK kedua dari empat bersaudara, buah hati pasangan Ramli dan Ante ini kondisi kian memilukan. Badannya semakin mengecil, tulang lutut semakin terlihat membesar dan parah lagi. Kini dia tak bisa lagi duduk seperti sedia kala karena diperkirakan pinggangnya patah.

Kedua orang tuanya yang berprofesi sebagai buruh nelayan tidak bisa berbuat apa-apa. Karena keterbatasan biaya, mereka memutuskan untuk merawat anaknya di rumah saja dengan pengobatan tradisional.

“Anak saya awalnya sehat seperti biasa, namun sekitar dua tahun lalu dia jatuh di rumah. Setelah kejadian itu, Anggryani sudah tidak bisa bangun dan mengalami lumpuh total dan hanya bisa terbaring di kasur saja,” ungkap Ante, ibunda Anggryani pada Lakeynews.com, Kamis (14/11).

Setelah kejadian itu, pihaknya sempat merawat gadis kecilnya itu secara medis bahkan ke Rumah Sakit Daerah (RSUD) dan dokter. Namun, tidak ditemukan gejala medis. “Hasil ronsennya masih ada dan kami simpan sampai sekarang,” jelasnya.

Meski demikian, dirinya bersama suami terus berupaya untuk menyembuhkan sang buah hati. “Kami sampai membawanya berobat kemana-mana, dari tukang pijat sampai sando (dukun, red) di Bima,” terangnya.

Anggryani terpaksa harus menerima kenyataan pahit. Kedua orang tuanya sudah tak mampu berobat, karena keterbatasan ekonomi. Penghasilan sang ayah yang hanya buruh nelayan dan bekerja serabutan sekadar cukup untuk bertahan hidup.

“Sebenarnya saya sangat ingin agar Anggryani bisa dirawat dan bisa normal seperti anak lainnya. Namun keterbatasan perekonomian, membuat tak bisa berbuat banyak, “ lanjut Ante dengan sedih.

Keluarga ini berharap, ada uluran tangan dari dermawan untuk biaya berobat gadis yang harusnya kini duduk di kelas tiga SMP itu, agar bisa sembuh dan tumbuh seperti anak lainya.

“Semoga ada orang baik dan hamba Allah yang bisa membantunya kami, untuk menyembuhkan anak dan meringakan beban derita kami,” harapnya. (ady ardiansyah)