Kadikes Dompu Hj. Iris Juita Kastianti, SKM, M.Mkes. (ady/lakeynews.com)

Kadikes: Terjadi Peningkatan Kasus di Pekat dan Kilo

DOMPU, Lakeynews.com – Korban gigitan hewan (anjing) rabies di Kabupaten Dompu sudah mencapai ribuan orang. Hingga 9 November 2019 ini, sebanyak 1.905 orang. 13 orang diantaranya meninggal dunia.

“Data kami per 9 November 2019, terdapat 1.905 orang yang digigit anjing,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Dompu, Hj. Iris Juita Kastianti, SKM, M.MKes pada Lakeynews.com, baru-baru ini di kantornya.

Dikatakannya, dari ke-13 orang yang meninggal dunia itu, enam orang dari Kecamatan Kempo, tiga Kecamatan Pekata, dua dari Kecamatan Manggelewa, satu dari Dompu Barat, satu dari Kecamatan Woja dan satu orang dari Kecamatan Hu’u.

“Saat ini intensitasnya naik dan korban terus berjatuhan setiap hari,” bebernya.

Lebih lanjut wanita yang akrab disapa Umi Iri ini menuturkan, kalau diklasifikasikan secara jenis kelamin. 1.088 orang laki-laki dan 817 wanita,” jelasnya.

Sementara dari sisi umur yang kurang dari 15 tahun sebanyak 800 orang dan yang diatas 15 tahun sebanyak 1105 orang. “Meskipun didominasi umur 15 tahun keatas. Tapi, anak-anak kecil antara 10 tahun kebawah banyak yang jadi korban juga,“ katanya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dikes Dompu, Rahmat SKM mengakui, pihaknya hari ini mengalami kekurangan stok Vaksin Anti Rabies (VAR). “Yang ada saat ini kurang dari 2.000 vaksinasi. Vaksin ini bersumber dari bantuan pusat sebanyak 1.000 dan dibeli dari APBD-P tahun 2019 sebanyak 1.000,” bebernya.

Berdasarkan kasus gigitan anjing di masing-masing kecamatan, jelas Rahmat, Kecamatan Kempo 392 gigitan (orang), Manggelewa 272 gigitan, Dompu Timur 136 gigitan, Dompu Kota 118 gigitan, Kecamatan Woja 221 gigitan, Kecamatan Kilo 75 gigitan, Kecamatan Hu’u 190 gigitan, Kecamatan Pajo 78 gigitan dan Kecamatan Pekat 422 gigitan.

“Saat ini terjadi peningkatan kasus gigitan di Kecamatan Pekat dan Kilo,” jelasnya.

Rahmat menerangkan, untuk mengurasi korban gigitan hewan rabies terutama anjing. Perlu dilakukan sosialisasi secara terus menerus di masyarakat. Tujuannya, agar masyarakat waspada terhadap gigitan anjing.

“Tidak hanya sosialisasi, yang perlu juga dilakukan secara terus menerus adalah eliminasi anjing tidak bertuan,” pungkasnya. (ady)