Pengerjaan jembatan sabo dam. (ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Setelah sukses membangun Bendungan Mila dan Tanju, PT. Nindya Karya (Persero) kembali dipercaya mengerjakan Proyek Saluran Interbasin Rababaka Kompleks (RBK).

Site Engineering Manager PT. Nindya Karya (NK) Purwadi Eko Saputro mengatakan, proyek ini merupakan proyek tahap dua dari pembangunan Saluran Interbasin RBK.

“Nilai kontrak proyek ini sebesar Rp. 338 miliar dengan lama pekerjaan tiga tahun,” ungkapnya pada wartawan di kantornya, Rabu (13/11).

Site Engineering Manager PT. Nindya Karya (Persero) Purwadi Eko Saputro. (ady/lakeynews.com)

Dia menyebut, pada tahap pertama proyek ini selesai dikerjakan tahun 2017. “Untuk proyek tahap dua, mulai dikerjakan bulan Mei 2018 dan saat ini pekerjaan sudah jalan hampir satu setengah tahun,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Purwadi ini menjelaskan, dalam kontraknya proyek ini berakhir bulan Desember Tahun 2020.”Artinya waktu pekerjaan masih ada sekitar satu tahun,” jelasnya.

Tujuan proyek ini, lanjutnya, untuk mengalirkan air dari sungai Rababaka yang pada musim hujan selama ini airnya mengalir ke laut. Tapi dengan adanya proyek ini airnya bisa dimanfaatkan.

Galian Terowongan Mila. (ist/lakeynews.com)

“Itulah asalan kenapa saluran interbasin dibangun untuk menyalurkan air yang terbuang tadinya dialirkan ke Bendungan Tanju dan Mila,” terangnya.

Purwadi menjelaskan, adapun pekerjaan utamanya proyek ini yakni pekerjaan Syphon, Saluran Interbasin (saluran beton) sepanjang 5 kilometer (Km). Kemudian dua terowongan; Terowongan Mila sepanjang 660 meter yang sudah jadi dan Terowongan Tanju sepanjang 1.600 meter yang sekarang sedang dalam proses pekerjaan.

“Terowongan Mila ini, nanti mengarah ke saluran yang arahnya setelah terowongan. Kemudian terowongan Tanju, nanti ada saluran yang menuju atau nembus bukti menuju ke Tanju. Kalau progres untuk torowongan dua ini masih separuh jalan (proses penggaliannya),” paparnya.

Pengerjaan jalan dan jembatan akses Saneo. (ist/lakeynews.com)

Selain pekerjaan itu, perusahaan berplat merah ini mengerjakan dua jalan akses Hotmix dari wilayah Desa Serakapi dan Saneo. “Saat ini masih terus dikerjakan. Disamping itu juga, saat ini sedang dibangun Jembatan Sabo Dam yang pekerjaannya diperkirakan selesai bulan desember ini,” paparnya.

Ditanya soal progres proyek saat ini?

Purwadi memaparkan, persentase pekerjaan sampai bulan November ini sudah mencapai sekitar 60 persen.

Disinggung soal kendala yang dihadapi, Purwadi mengakui kendala utamanya adalah medan yang sangat berat. “Kondisinya sangat susah, terutama pada saat membawa material. Sehingga kerap mengkibatkan mobil terperangkap di jalur tanjakan. Tapi alhamdulillah, semua itu bisa diatasi,” tandasnya. (ady/adv)