
Pilkades Serentak Dompu 2019
DOMPU, Lakeynews.com – Pilkades serentak di Kabupaten Dompu 2019 menjadi mimpi buruk bagi sebagian besar incumbent. Dari 16 petahana, 10 diantaranya tumbang.
Baca juga: http://lakeynews.com/2019/11/12/pilkades-serentak-10-incumbent-terpental/
Terpentalnya para incumbent pada kontestasi politik tingkat desa tersebut ditanggapi penikmat politik di Dompu, Suherman.
Menurut mantan Komisioner KPU Dompu Periode 2014-2019 itu, mestinya secara hitung-hitungan di atas kertas, incumbent lebih mudah memenangkan Pilkades.
Mengapa?
“Karena, mereka memiliki waktu yang lebih panjang untuk membangun citra diri positif. Termasuk membangun komunikasi dan relasi di tengah masyarakat desanya,” jawab Suherman pada Lakeynews.com, Selasa (12/11) malam ini.
Lalu kenapa mereka justru tidak dipilih?
Suherman menduga, ada beberapa penyebabnya. Antara lain, calon petahana tidak memiliki kebijakan atau program yang menyentuh dan dirasakan langsung masyarakat.
Kemudian, incumbent itu tidak mampu merangkul semua elemen atau unsur masyarakat di desanya. Justru selama menjabat cenderung memunculkan konflik sosial, pengkotak-kotakan ditengah masyarakatnya.
“Persoalan lain, dugaan saya, bisa jadi karena ada indikasi penyalahgunaan tugas dan wewenang Kades petahana selama menjabat,” paparnya.
Karena itu, Suherman berpesan kepada Kades terpilih agar amanah dalam menjalankan tugasnya selama 6 tahun kedepan. Lalu, merangkul semua elemen (unsur) masyarakat di desanya.
Selain itu, merealisasikan janji-janji politiknya untuk kesejahteraan seluruh masyarakat desanya. “Juga, hati-hatilah dalam menjalankan tugas dan kewenangannya, termasuk dalam hal pengelolaan anggaran ADD (Alokasi Dana Desa),” imbuhnya.
“Kalau ini bisa dilaksanakan selama kepemimpinannya kedepan, insya Allah pada saatnya nanti akan dipilih kembali untuk periode selanjutnya,” sambung Suherman. (zar)
