Kepala DPPKB Dompu H. Gatot Gunawan, SKM. (ady/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Di tengah gencarnya isu dan upaya penurunan angka stunting, Kabupaten Dompu terkendala Sumber Daya Manusia (SDM) Tenaga Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Pendamping Lapangan Keluarga Berencana (PKB/PLKB).

“Saat ini SDM kita masih sangat terbatas,” kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Dompu H. Gatot Gunawan, SKM pada Lakeynews.com di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Menurutnya, saat ini jumlah PLKB se-Kabupaten Dompu hanya 16 orang saja. “Ke-16 orang ini menangani 81 desa. Artinya, kalau dibagi rata-rata satu orang itu menghendel empat sampat lima desa,” bebernya.

Hal itu baru dari sisi jumlahnya, belum lagi dari segi sebarannya. Sangat parah sekali, karena saat ini terdapat satu wilayah kecamatan tidak memiliki tenaga PLB/PLKB, yakni Kecamatan Kempo.

“Sementara Kecamatan Kilo hanya satu orang saja. Dia mengkoordinir enam desa,” ujarnya.

“Ketimpangannya sangat jauh, harusnya rasionya itu satu orang membina 2-3 desa atau kelurahan saja,” tambahnya.

Dengan terkendalanya sdm ini, ditegaskannya, tentu  membawa efek negatif bagi program yang sudah dicanangkan secara matang. “Dengan minimnya tenaga PKB atau PLKB ini. Program kami seperti kampung kb, Menekan laju pertumbuhan penduduk, hingga  penyuluhan dan pendampingan program kb tersandera,” tegasnya.

Selain itu, kata Gatot, masalah lain yang dihadapi pihaknya saat ini minimnya kompotensi petugas. “Mungkin karena kurang pelatihan dan pembinaan, sehingga untuk target dan capaian kerjanya sangat kurang dan terbilang lamban,” bebernya.

Dia menegaskan, guna meningkatkan kinerja petugas lapangan merupakan kerja bersama pemerintah tingkat Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota. “Kami juga membutuhkan masukan untuk perbaikan sistem pengelolaan dan pendayagunaan penyuluh keluarga berencana secara optimal,” harapnya.

Diketahui, penyebab kelangkaan atau minimnya sdm tersebut, satu diantaranya karena rekruitmen pegawai hanya bisa dilakukan jika ada pegawai yang pensiun saja. (ady)