
DOMPU, Lakeynews.com – Intensitas gigitan anjing Rabies terus meningkat. “Hampir setiap hari ada saja korban yang berjatuhan,” kata Kadisnakeswan Dompu Ir. Zainal Arifin, M.Si, pada Lakeynews.com di kantornya, baru-baru ini.
Menurutnya, pada beberapa bulan terakhir ini intensitas gigitan meningkat di Kecamatan Pekat dan Kilo. “Hanya saja sampai hari ini belum ada laporan sampel yang positif,” jelasnya.
Meningkatnnya jumlah gigitan itu, katanya, dikarenakan sulitnya memburu hewan yang terjangkit virus mematikan tersebut untuk dilakukan vaksinasi. “Untuk diketahui selain anjing, kucing dan monyet juga sudah terjangkit rabies. Tapi, sampai sekarang masih didominasi anjing liar,” terang Zainal.
Dia mengakui, jika sebelumnya sangat mudah menemukan hewan-hewan ini yang berkeliaran di tengah perkampungan atau tempat-tempat sampah, saat ini sudah sangat sulit.
“Sekarang mau cari anjing itu sangat susah, kalau dulu kita tahu di tempat sampah pasti ada anjing. Sekarang sulit carinya,” kata dia.
Selain itu, kendala yang dihadapi oleh petugas patroli adalah terjadi penolkan dari warga atau pemilik piaraan seperti yang terjadi di Desa Mbuju, Kecamatan Kilo.
“Bahkan tak jarang petugas kami diancam jika terus melaksanakan program vaksinasi dan eliminasi. Kepala desa dan Camat setempat saja tidak berani berhadapan dengan warganya. Pemilik anjing lebih milih nyawanya melayang daripada anjingnya dibunuh,” cetusnya.
Lebih lanjut, Zainal menuturkan, saat ini akibat gigitan anjing rabies tersebut sudah 13 orang meninggal dunia. “Korban-korban yang meninggal dunia itu, akibat tidak melakukan vaksin secara teratur. Bagi mereka yang digigit lama, tidak tahu bahwa itu virus rabies itu tetap menjalar sehingga pada saat masa klinisnya. Akhirnya tidak bisa tertolong lagi,” tegasnya.
Sementara jumlah korban gigitan, lanjut Zainal, hingga saat ini terdapat seribuan orang orang. “Data yang kami pegang terdapat 1600 an orang,” tandasnya. (ady)
