
JAKARTA, Lakeynews.com – Masih ingat masalah bibit jagung bantuan pemerintah tahun lalu? Bibit bantuan tersebut ditolak dan dikembalikan sebagian petani di Dompu dan Bima, NTB karena dianggap tidak berkualitas.
Itu adalah antara lain persoalan bantuan pemerintah kepada petani yang dinilai tidak beres di negeri ini. Anggota Komisi IV DPR RI, H. Muhammad Syafrudin, ST, MM, berharap kepada pemerintah agar selalu memperbaiki kualitas bantuan yang diberikan kepada petani.
Pemerintah melalui kementerian terkait diingatkan agar dalam mendistribusikan bibit kepada petani; bibit jagung, padi dan kedelai, memperhatikan kualitasnya.
“Banyak temuan di NTB, kualitas bibit yang diberikan pemerintah kepada petani kurang bagus,” tegas politisi PAN yang akrab disapa HMS itu.
Diketahui, tak lama lagi masuk musim tanam pertama 2019/2018, Oktober-Desember. Saat itu, pendistribusian bibit akan dilakukan. “Pemerintah harus serius mengawasi pendistribusian bibit oleh pihak ketiga,” imbuhnya.
Kedepan, lanjut HMS, Komisi IV DPR RI akan tetap melakukan pengawasan dan pemeriksaan bibit yang didistribusikan pemerintah pada petani.
Politisi Senayan asal Dapil NTB 1 (Pulau Sumbawa) itu, menyarankan pemerintah agar memberikan dukungan penuh dalam bentuk regulasi yang mempermudah pemberian sertifikasi benih hasil kreativitas masyarakat dan petani sebagai bentuk keberpihakan negara.
Dia menilai, hasil kreativitas masyarakat beberapa waktu lalu sangat bagus. Pihaknya menghargai salah satu dari enam pemulia tanaman di Bidang Pangan dan Hortikultura, Yudhistira Nugraha, SP, MS dari Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Sukamandi, Subang, Jawa Barat. HMS menilai tepat yang bersangkutan menerima penghargaan pada kategori tanaman pangan padi sebagai pengembang besar varietas Inpari, Minggu (10/11).
Dia bangga dengan petani dari Asosiasi Bank Benih Tani Indonesia Darmin. Meski hanya berpendidikan sekolah dasar tapi mampu menginspirasi komponen bangsa ini. Yakni dengan memberikan dampak sosial yang bagus, memberdayakan komunitas petani dan masyarakat pendidikan non-formal untuk menerima penghargaan pada kategori tanaman pangan padi. (tim)
