
“Sehari Belajar di Luar Kelas” ala SMAN 3 Dompu Berlangsung Semarak
Peringatan Hari Anak Internasional melalui “Sehari Belajar di Luar Kelas” di SMAN 3 Dompu tidak kalah meriahnya.
===========
KEGIATAN itu melibatkan ratusan orang. Terdiri dari siswa, guru, tata usaha (TU) dan kepala sekolah. Bertambah heboh karena panitia yang diketuai Ida Faridah, S.Pd, juga menghadirkan para orang tua (wali murid). Mereka aktif mengikuti beberapa item kegiatan.
Kegiatannya persis sesuai panduan. Pagi-pagi bapak dan ibu guru sekolah itu telah menunggu kehadiran siswa dan wali murid. Ada yang mengambil posisi di pintu gerbang, ada juga di tenda (tengah lapangan).
Dengan ramah mereka menyambut peserta didiknya dengan 3S (Senyum, Salam, Sapa). Setelah semuanya hadir, mereka menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya (3 Stansa).
Disamping dua hal di atas, sesuai panduan jadwal, ada 15 item lain yang dilaksanakan. Namun, yang membuat suasana makin meriah adalah Senam Germas (Gerakan Masyarakat Sehat) dan Permainan Tradisional.
Senam Germas misalnya. Mata kegiatan ini melibatkan hampir semua orang yang ada di dalam lingkungan SMAN 3 Dompu. Bukan hanya siswa dan guru. Kepala Sekolah Drs. Suaidin Usman beserta para wali murid dan undangan juga ikut bersenam.
Demikian juga Permainan Tradisional “Topa O’o”. Jenis permainan yang satu ini menggunakan empat potongan bambu ukuran 1,5 meter. Dalam permainan tersebut, empat orang sebagai pemegang alat (bambu). Pemainnya terdiri dari tiga orang; satu siswa, satu guru dan satu wakil orang tua siswa.
Teriakan dan tepuk tangan meriah, saat setiap mereka berlompat-lompat dan berjingkrak-jingkrak. “Benar-benar heboh,” kata Wahyudin, salah seorang wali murid pada Lakeynews.com, di sela-sela kegiatan.

Selain itu, di sesi permainan tradisional ini juga ditampilkan Tarian Tradisional “Lopi Penge” persembahan Sanggar SMAN 3 Dompu binaan Hapsari Dewi (guru di sekolah itu). Tari ini hasil koreografi siswa sendiri, Muslimin.
Diketahui dalam kegiatan Sehari Belajar di Luar Kelas dirangkaikan dengan Deklarasi Sekolah Ramah Anak dan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Sinergi Kemitraan PT. Pegadaian (Persero) Area Dompu dengan SMAN 3 Dompu.
Saat deklarasi ratusan orang ikut membubuhkan tanda tangan dukungan pada spanduk yang disiapkan panitia. Dimulai (diawali) oleh kepala sekolah, lalu diikuti guru-guru, TU, siswa dan wali murid.
Ditemui media ini usai kegiatan, Plt. Kepala SMAN 3 Dompu Drs. Suaidin Usman, menjelaskan beberapa hal terkait kegiatan “Sehari Belajar di Luar Kelas” ini. Dimana, semua peserta didik, guru, tata usaha (TU), termasuk kepala sekolah berada di luar kelas.
“Kegiatan belajar mengajar, kompetensi spiritual, sosial, ilmu pengetahuan dan keterampilan berlangsung di luar kelas,” jelas pria yang akrab disapa Dae Deo itu.
Menyangkut Sekolah Ramah Anak, menurutnya, tidak semua sekolah masuk aplikasi nasional Sekolah Ramah Anak.
“Alhamdulillah anak-anak didik kita di sekolah ini minim yang masuk ke kepolisian. Terutama karena tindak pidana. Baik lantaran kasus Narkoba, merokok, minuman keras dan lainnya,” jelasnya.

Sekolah yang dipimpinnya, dilengkapi berbagai fasilitas. Mampu menciptakan kenyamanan dan menyenangkan bagi anak-anak.
“Sekolah Ramah Anak ini mampu menciptakan team work yang kuat di kalangan warga sekolah (kepala sekolah, guru dan TU) dalam menangani masalah-masalah anak,” paparnya.
Ketua Panitia Ida Faridah, S.Pd didampingi panitia lain Rosnaningsih, S.Pd, bersyukur kegiatan tersebut berjalan sesuai rencana. Apalagi animo warga sekolah dan wali murid (warga) yang hadir dalam kegiatan itu begitu tinggi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksana dan suksesnya kegiatan Sehari Belajar di Luar Kelas ini,” ujarnya. (ady/zar/bersambung)
