
DOMPU, Lakeynews.com – Guna meningkatkan kualitas daging ternak, Pemerintah Kabupaten Dompu melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) sedang berupaya meningkatkan kualitas dan pengembangbiakan ternak sapi.
“Saat ini kami berusaha memfasilitasi peternak, pertani dan petugas untuk pemberian pakan ternak yang bermutu melalui Lamtoro Taramba,” ungkap Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Ir. Zainal Arifin, M.Si pada Lakeynews.com, Selasa (5/11).
Dalam ikhtiar tersebut, pihaknya telah digandeng beberapa pihak. Diantaranya, Innovative Farming System and Capability for Agribusiness (IFSCA), Massey University, Universitas Mataram.
“Project ini dibiayai dan didanai Pemerintah Kabupaten Dompu dan New Zealand Aid Program (NZAid),” paparya.
Selain itu, menurutnya, program ini juga untuk menanggulangi tingginya permintaan dan kebutuhan daging. “Dalam seminggu saja Hotel Vila Ombak Gili Terawangan, Kabupaten Lombok Utara membutuhkan 30 kilogram. Itu pun, rumah potong kita belum mampu mencukupi permintaan itu,” akunya.
Menanggulangi permintaan tersebut, pihaknya dengan terpaksa meminta bantuan rumah potong dari Kota Bima. “Meski demikian, ternaknya harus dari Dompu. Ini baru sebagian kecil saja permintaannya,” jelasnya.
Lebih lanjut Zainal menuturkan, saat ini pihaknya menyiapkan pembibitan Lamtoro Taramba di beberapa kecamatan. “Tahun ini saja ada tiga UPTD yang melakukan persemaian yakni Hu’u, Manggelewa dan Kempo,” jelasnya.
Diketahui, program IFSCA dilaksanakan di dua kabupaten yaitu Lombok Utara dan Dompu sejak tahun 2016. Tujuannya untuk meningkatkan pendapatan petani dan peternak dalam konteks integrasi sapi dan tanaman pangan (terutama jagung).
Sampai pertengahan tahun 2018 program IFSCA telah melibatkan 25 kelompok peternak yang tersebar di lima kecamatan yaitu Woja, Pajo, Manggelewa, Kempo dan Pekat. Program ini akan berakhir Desember 2019. (ady)
