Zenazah almarhumah Widia Lasmita saat tiba di Pemakaman Umum Padamara, Desa Kempo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, Minggu (3/11) siang. (ady/lakeynews.com)

Mahasiswa FH Unram yang Tewas Terseret Arus di Lotim

DOMPU, Lakeynews.com – Ratusan pelayat mengantar jenazah almarhumah Widia Lasmita (23) di Pemakaman Umum Padamara, Desa Kempo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, Minggu (3/11) siang.

Diketahui, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Mataram (FH Unram) asal Dusun Kalate, Desa Kempo itu meninggal karena terseret arus di Sungai Kokok Tereng, Dusun Gawah Buak, Desa Jeruk Manis, Kecamatan Sikur, Lombok Timur (Lotim), Sabtu (2/11) sore.

Pantaun Lakeynews.com, prosesi pemakaman yang berlangsung di Pemakaman Umum Padamara sekitar pukul 13.00 Wita ini, sangat ramai dan menyemut. Tampak ratusan pelayat memadati jalan raya hingga sempat memacetkan arus lalulintas jalan lintas Tambora-Pekat-Dompu ini.

Hadir juga dalam acara tersebut, sejumlah alumni dan perwakilan Unram Dekan III Fakultas Hukum H. Sofwan, SH, M.Hum, Ketua KPS dan Ketua IPMK Mataram.

Iringan tangis dan kesedihan sanak famili dan karib kerabat lebih-lebih kedua orangtua mantan Ketua Forum Anak Dompu Periode 2013-2014 ini menggema. Bahkan, ada yang sampai pingsan.

Acara pemakaman ini dimulai dengan sholat jenazah berjamaah di Mesjid Padamara, kemudian dilanjutkan dengan acara pemakaman. “Lailahaillallah, Lailahaillallah, Lailahaillallah, Lailahaillallah,” ucap mereka yang mengiringi jenazah.

Pukul 13.48 Wita, proses pemakaman sudah selesai. Tetapi keluarga dan kerabat masih memanjatkan doa di pusara aktivis perempuan dan pemerhati sosial yang juga mahasiswa semester akhir FH Unram.

Informasi yang dihimpun media ini, kesedihan dan isak tangis Heriawansyah dan Hatijah (orang tua almarhumah) bersama keluarga besarnya dimulai sejak pertama mendengar kabar duka tersebut kemarin petang. Bahkan, keduanya tampak shock dan terpukul dengan kejadian naas yang menimpa anak sulung dari tiga bersaudara tersebut.

“Ibu dan bapaknya sampai sekarang belum percaya kejadian ini, bahkan mereka masih sulit menerima kenyataan ini,” kata Rio, salah seorang kerabat terdekat almarhumah pada media ini.

Yang paling buat kami terharu, lanjut Rio, saat jenazah tiba diantar menggunakan Ambulance tadi pagi pukul 08.45 Wita, ibu dan beberapa keluarga terdekatnya teriak histeris dan sempat pingsan.

Tempat peristirahatan almarhumah Widia di Pemakaman Umum Padamara, Desa Kempo. (ady/lakeynews.com)

“Mereka tidak percaya kenyataan ini. Bahkan, saat di pemakaman ibunya tidak ingin pulang dan terus menangis hingga saat ini,” bebernya.

Sebelumnya, Widia atau yang akrab dipanggil Mita ini meninggal bersama Reza Andika Firdaus (29) asal Kabupaten Sumbawa di sungai kokok tereng Desa Jeruk Manis, Kecamatan Sikur, Lotim.

Dalam kejadian tersebut, kedua bersama tiga temannya yang berhasil menyelamatkan diri sedang melakukan survei lokasi jalur untuk kegiatan jurit malam diklat anggota baru KPS.

Keduanya diketahui meninggal, setelah tim gabungan dari TNGR dan masyarakat yang dipimpin Kapolsek Sikur IPTU Ery Armunanto, SH, melaksanakan pencarian selama tiga jam dan menemukan korban tersangkut di batu sungai. (ady)