Salah satu kecelakaan lalu lintas di titik kerusakan Jalan Lintas Lakey, beberapa waktu lalu. Persisnya di wilayah Desa Kareke, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. (ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Sudah bertahun-tahun Jalan Lintas Lakey, Kabupaten Dompu di Desa Kareke ini mengalami kerusakan. Namun, hingga memasuki awal musim hujan 2019/2020 ini, jalan yang masuk wilayah Kecamatan Dompu tersebut, hati pemerintah belum juga tergugah untuk memperbaikinya.

Kondisi memprihatinkan yang terjadi menahun tersebut, dikeluhkan sejumlah warga setempat dan para pengguna jalan itu.

Informasi yang dihimpun Lakeynews.com dari sejumlah warga setempat, di lokasi itu kerap terjadi kecelakaan lalu lintas. “Apalagi pada musim hujan, sering kali terjadi kecelakaan,” kata salah seorang warga.

Dua peristiwa kecelakaan terjadi belum lama ini. Satu kasus, kecelakaan tunggal. Tiba-tiba terjatuh saat melewati jalan rusak itu. Dan, satu kasus lagi, tabrakan.

Pengendara dan penumpang kendaraan yang mengalami dua kecelakaan tersebut, sama-sama terpental di aspal jalan raya.

“Kerusakan jalan ini sudah lama, tapi pemerintah seolah-oleh menutup mata,” sambung warga lain.

Fakta lain di lokasi itu, setiap hujan turun, pasti banjir dan tergenang air. Jangankan hujan deras, hujan sedang (tidak terlalu besar) saja, air tergenang hingga banjir.

“Kami mengharapkan pemerintah segera memperbaiki jalan ini,” pinta salah satu pengguna jalan yang saat itu mengaku menuju Rasabou, Kecamatan Hu’u.

Hal itu mengundang keprihatinan anggota DPRD Dompu dari Dapil 1 (Kecamatan Dompu, Pajo dan Hu’u) Iskandar, S.Pd. Dia mengharapkan dan mendesak pemerintah dan pihak terkait agar segera memperbaiki jalan di Desa Karake itu.

“Kami minta pemerintah daerah, baik Pemprov NTB maupun Pemkab Dompu harus serius mengurus dan menangani masalah ini,” ujar pria yang akrab disapa PAS Dompu ini pada Lakeynews.com, Jumat (1/11) pagi ini.

Anggota DPRD Dompu dari Dapil 1 (Kecamatan Dompu, Pajo dan Hu’u) Iskandar, S.Pd. (ist/lakeynews.com)

Politisi PKS itu lalu membandingkan perhatian pemerintah terhadap dan gang-gang. Meski itu tidak salah dan patut juga dilakukan.

“Masa gang-gang sempit saja bisa diaspal oleh pemerintah, sementara jalan yang setiap hari dilalui banyak kendaraan tidak diperhatikan. Benar kata masyarakat, pemerintah seakan-akan buta,” tegasnya.

Karena itu, Iskandar kembali mendesak pemerintah untuk serius membuka mata dan menangani kerusakan jalan tersebut. “Jadi, tolong pemerintah provinsi maupun kabupaten segera memperbaiki jalan dan talud di Desa Kareke,” ujarnya.

“Jangan menunggu lebih banyak lagi masyarakat yang jadi korban kecelakaan, atau terhambat perjalanannya karena banjir dan genangan air,” sambung wakil rakyat satu-satunya utusan Kecamatan Hu’u itu. (zar)