
DOMPU, Lakeynews.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 SMKN 1 Woja, Kabupaten Dompu berlangsung meriah dan semarak. Berbagai kegiatan digelar pada momen yang dirangkaikan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda 2019.
Acara puncaknya dihelat di lingkungan sekolah terkait, Senin (28/10). Menariknya, hari itu, seluruh warga sekolah mengenakan pakaian adat.
Kegiatannya berlangsung semarak karena dihibur berbagai pementasan. Antara lain, pentas seni, musikalisasi puisi, pembacaan puisi, penampilan band sekolah, tari dan sejumlah hiburan lainnnya.
“Kegiatan ini sekaligus kami rangkaikan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda ke-91 tahun 2019,” kata Kepala SMKN 1 Woja Slamet Sisubali, MM.Pd pada Lakeynews.com, Selasa (29/10).
Menurutnya, berbagai kegiatan ini sifatnya internal. Hanya diperuntukan bagi warga sekolah, mulai dari siswa, dewan guru, pegawai TU, dan penjaga sekolah. “Kegaitannya terdiri dari lomba kebersihan kelas, sepak bola mini antarjurusan, lomba balap karung dan lomba jalan sehat,” ungkapnya.
HUT sekolah tahun ini mengangkat tema “Memperkokoh Kebersamaan Kesatuan Menuju SMK Bisa-Hebat dan Bermartabat.” Menurut Slamet, tema ini diambil untuk memupuk para siswa agar senantiasa mengingat akan sejarah kenapa didirikan sekolah tersebut.
“Kami ingin mengajarkan bagaimana menghargai tokoh-tokoh guru sebelumnya. Tokoh-tokoh yang memperjuangkan agar pendidikan di sekolah menuju sekolah teknik terbaik di Kabupaten Dompu,” jelasnya.
Dia menuturkan, perkembangan informasi dan teknologi ilmu pengetahuan begitu cepat. Kalau diibaratkan dua mata pisau, satu sisi menjamin kecepatan informasi ilmu pengetahuan. Sementara sisi lainnya, perkembangan arus informasi ini akan menghambat perkembangan positif generasi bangsa ini. “Bahkan, mereka dengan mudah mengakses informasi dan mengetahui tetang pornografi, terorisme, radikalisme dan anarkisme,” paparnya.
Karena itu, mantan Kepala SMKN 1 Hu’u ini berharap kemudahan dan kecepatan informasi ini harus disaring dan difilter. “Perkembangan ini akan menjadikan generasi yang deskruktif, yang perkembangannya lamban dan masa depannya hancur,” tegasnya.
Untuk menangkal hal tersebut, lanjut Slamet, generasi terutama pelajar dan pemuda hari ini harus berusaha meningkatkan ilmu pengetahuannya.
Namun, tidak boleh lupa bahwa pendidikan karakter diutamakan. “IQ/kecerdasan intelektual tetap perlu. Namun, persentase besar yang memengaruhi kesuksesan seseorang adalah kecerdasan Emosional (EQ),” imbuhnya.
“Rasa peka sesama, rasa peka lingkungan, rasa peka masyarakat, berbangsa, rasa toleransi. Ini perlu terus geloran dan ditenamkan kepada para generasi,” tutup Slamet. (ady/*)
