
DOMPU, Lakeynews.com – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Dompu masih mendata jumlah warga miskin di daerah ini. Diupayakan, kelar dan tuntas dalam waktu dekat (2019) ini.
Kendalanya?
“Pendataan belum tuntas dilakukan karena masih ada sebagian desa yang belum menyetor data-data warga miskin,” kata Sekretaris Dinsos Drs. Abdul Haris pada Lakeynews.com di ruang kerjanya, Rabu (23/10).
Desa mana saja dimaksud, tidak disebutkan Haris. Jika data kemiskinan itu terkumpul, selanjutnya akan dikirim ke Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Jakarta.
“Data yang keluar dari Pusdatin nanti menjadi landasan operasional kami dalam menjalankan seluruh program untuk masayarakat miskin Dompu,” jelasnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lanjut Haris, dari 10 kabupaten dan kota di NTB, Kabupaten Dompu merupakan yang terendah persentase kemiskinannya. “Kita terendah dengan angka kemiskinan 12,4 persen,” paparnya.
Memanimalisir angka kemiskinan di Dompu, Dinsos melalui Program Pemberdayaan Sosial bekerja sama dengan lintas sektoral, seperti Dinas Pertanian dan Dinas Industri. Diantaranya, bantuan pangan, Program Keluarga Harapan (PKH), jaminan penyandang disabilitas dan lanjut usia (Lansia).
“Kita akui masih banyak juga yang belum ditangani,” ungkap Haris.
Hal tersebut karena kemampuan anggaran negara maupun daerah, APBD kabupaten provinsi terbatas, melalui program penanganan kemiskinan dari Dinsos. “Kegiatan sosial lainnya terpaksa belum bisa dilaksanakan secara optimal,” ungkapnya.
Masyarakat miskin yang selama ini belum terlayani, kata Haris, akan diupayakan tetap disentuh, baik melalui pemberdayaan maupun pemberian jaminan hidup. “Insya Allah, kalau ada peningkatan anggaran, warga yang kategori miskin akan kami intervensi khusus,” janjinya. (rom)
