
Ibu-ibu Ikut Menimbun Galian Saluran Pipa
DOMPU, Lakeynews.com – Ratusan warga Desa O’o, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu menolak proyek penggantian pipa dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Bentuk penolakan dimaksud, Kamis (24/10) pagi, warga yang didominasi ibu rumah tangga menghalangi penggantian pipa dan menimbun kembali galian saluran untuk menanam pipa itu.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 08.00 Wita ini mengundang perhatian warga lain dan pengguna jalan di sekitar lokasi. Akibatnya, Jalan Lintas Desa Karamabura ini sempat macet selama beberapa saat.
Pantauan Lakeynews.com, masing-masing warga membawa sejumlah peralatan, seperti pacul, sekop dan lainnya.
Penyebab masyarakat setempat menolak proyek tersebut karena tidak mendapatkan informasi yang jelas dan pasti.
“Air ini, pokoknya tidak boleh ke wilayah kota sebelum melewati desa kami,” ungkap salah seorang ibu pada media ini di lokasi.
Menurut warga, selama ini mereka sudah mengalami krisis air. Baik untuk kebutuhan mandi dan mencuci maupun untuk sawah yang selama ini memang telah banyak kering.
Jika diganti lagi dengan pipa yang lebih besar dengan volume air yang lebih banyak melalui proyek penggantian perpipaan air, mereka kuatir akan bertambah sulit mendapatkan air bersih.

“Penggantian pipa ini sangat merisaukan kami. Karena, akan menambah krisis air bersih, sawah bertambah kering, sehingga tidak bisa lagi bercocok tanam,” tegas mereka.
Ditemui terpisah, Sekdes O’o Aidin, S.Pd mengaku, Kamis (17/10) lalu telah diadakan rapat musyawarah sekaligus sosialisasi proyek ini di aula kantor desa.
Rapat tersebut dihadiri unsur Dinas PUPR, Kades O’o, Sekdes dan aparat desa, BPD, lembaga-lembaga desa, lembaga adat dan sejumlah perwakilan elemen masyarakat.
“Bahkan telah dibuat surat pernyataan bersama Kadis PUPR, Kades dan ketua BPD O’o, serta perwakilan beberapa lembaga desa,” ujarnya.
Dia mengakui, selama ini ada miskomunikasi di tengah masyarakat. (rom)
