
Sebelumnya, Bacabup H. Mulyadin HAR Gani juga Kembalikan Formulir
DOMPU, Lakeynews.com – Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof. Dr. Mansyur, M.Si, mengembalikan formulir beserta berkas persyaratan di hari terakhir pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati (Bacabup/Wabup) Dompu di Partai NasDem, Rabu (23/10).
Beberapa hari lalu, Bacabup lainnya, H. Mulyadin HAR Gani, SH, M.Hum, juga telah mengembalikan formulir pendaftaran dan berkas persyaratannya di Partai NasDem.
Prof. Madani (panggilan akrabnya) mendaftar sebagai Bacabup. Mengembalian formulir pendaftaran tersebut diwakili tim.
Rombongan tim dimaksud, antara lain, Suharto Baco, SH, Nurdin Akarim, S.Sos, Lukmansyah, S.Pd, Drs. Muhammad Hatta, Drs. Abdurrahman, H. Muhidin dan lainnya.
Mereka diterima Ketua Tim Seleksi Bacabup/Wabup Partai NasDem Aminuddin, S.Hut bersama anggota tim lainnya.
Usai mengembalikan formulir, rombongan ini beri kesempatan untuk mengelaborasi maksud dan tujuan, serta gambaran visi-misi bakal calon yang didukungnya.
Saat itu, Suharto Baco, SH yang saat itu berperan sebagai Juru Bicara Tim Pendaftar Prof. Mansyur mengungkapkan, selama ini ada adagium di tengah masyarakat yang mengatakan bahwa Sang Profesor tidak serius ikut dalam kontestasi Pilkada 2020. “Ada asumsi selama ini bahwa Prof hanya bermain wacana ikut nyalon. Sekali lagi itu kami bantah dan katakan sesat,” ujarnya.
Sebagai wujud keseriusannya, kata Suharto, Prof Mansyur ini mengatakan siap keluar dari zona nyamannya saat ini. “Beliau siap menanggalkan status PNS-nya sebagai guru besar dan dosen. Padahal, kalau dihitung masa pengabdiannya masih 19 tahun lagi,” tegasnya.
Suharto memaparkan, selama ini, ada kesan di masyarakat bahwa kalau mau menjadi politisi dan maju sebagai calon kepala daerah harus banyak uang. “Beliau (Prof. Mansyur, red) sudah paham soal itu dan telah mengatakan siap maju,” bebernya.
“Karena dalam pandangan Beliau, segudang kekayaan tidak lebih berharga daripada segenggam kekuasaan. Dari dasar itulah, Beliau bulat tekadnya untuk maju,” sambungnya.
Suharto pribadi mengakui, meski sudah lama menetap di Dompu, ternyata lebih tajam pemahaman Prof. Mansyur ketimbang dirinya.
“Sebagai wujud nyata keinginan majunya di Pilkada 2020, saat ini Prof. Mansyur sudah menentukan empat draf kerja prioritas. Yakni program kerja, kerja tim, mengelaborasi program dan masalah finansial (biaya politik),” paparnya.
Selain itu, lanjut pria yang berprofesi sebagai pengacara ini, Prof. Mansyur memiliki kemampuan dalam membaca potensi sumber daya manusia dan pengelolaan sumber daya alam. “Ini bukti bahwa profesor memiliki kemampuan di atas rata-rata,” ujarnya.
“Yang lain membahas dan mengupas tentang kesejahteraan masyarakat, honorer pegawai dan lainnya. Beliau malah menyentuh hal lain, seperti bagaimana pengelolaan SDA, peningkatan sumber penghasilan daerah dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” sambung Suharto.
Prof. Mansyur, menurutnya, sudah memetakkan beberapa potensi strategis dan unggulan perioritas. Yakni sektor pariwisata, pertanian, nelayan dan tambang. Pertanian dan jagung boleh dikembangkan, tetapi perlu ada pertimbangan Amdal-nya,” tegas Suharto.
Hal lain yang menjadi fokus Prof. Mansyur, melahirkan peraturan perundang-undangan (peraturan daerah) untuk mencegah kerusakan hutan, kejahatan lingkungan dan kejahatan lainnya. (ady)
