
Ratusan Personel Gabungan Polri dan TNI Dikerahkan ke Lokasi Kebakaran
DOMPU, Lakeynews.com – Kebakaran yang menghanguskan ratusan hektare (Ha) kawasan gunung Tambora dan lahan PT. Sukses Mantap Sejahtera (SMS) di Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, berhasil dipadamkan total.
Ratusan personel aparat dikerahkan untuk membantu melakukan pemadaman. Sekitar 50-an orang dari Polres Dompu, 30-an dari Polres Bima dan puluhan orang dari TNI (Kodim 1614/Dompu). Selain itu, puluhan anggota Polsek Pekat dan Pospol Doropeti, puluhan orang dari Polsek Tambora dan Sanggar.
Kapolres Dompu AKBP Erwin Suwondo, S.IK, M.IK melalui Kapolsek Pekat IPDA Abdul Malik mengungkapkan, pemadaman seluruhnya berhasil dilakukan sekitar pukul 16.00 Wita, Minggu (20/10).
“Jadi, setelah kami mendapatkan bala bantuan personel, armada mobil dan kelengkapan pemadaman kebakaran dari Polres Dompu dan Polres Bima, akhirnya titik api berhasil dipadamkan semua,” jelasnya pada Lakeynews.com, Minggu petang.
Dikatakannya, kedatangan Kapolres Erwin bersama bala bantuan sangat membantu pihaknya dengan tim PT. SMS yang sebelumnya hanya menggunakan satu unit mobil tangki dan peralatan sedanya.
“Kami merasa sangat terbantu dan termotivasi dengan kehadiran bapak Kapolres di lokasi,” kata Malik.
Sebelumnya, Polres Dompu dan Bima mengerahkan puluhan personel gabungan untuk membantu pemadaman kebakaran ratusan Ha lahan tebu milik PT. SMS dan kawasan gunung Tambora di Desa Soritatanga.
Kapolres Dompu turun memimpin anggotanya di lapangan mulai sekitar pukul 08.00 Wita. Selain memantau kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kapolres juga memberikan arahan pada anggotanya di lokasi.
Menurut Kasubbag Humas Polres Dompu IPTU Sabri, SH, tim yang dikerahkan dibawa pimpinan Kabag Ops AKP Syarif Mukmin. Mereka terdiri dari personel Sat Sabara, Sat Reskrim, Sat Lantas dan Sat Samapta Dalmas.
“Jumlahnya sekitar 50 personel. Di sana mereka akan membantu belasan personel Polsek Pekat dan Pospol Doropeti yang sejak awal kejadian stand by dan berjibaku dengan asap dan api,” kata Sabri saat dihubungi Lakeynews.com, Minggu.
Dijelaskan, puluhan personel tersebut dibagi. “Sebagian fokus di pencegahan dan mengatasi kebakaran, sebagian lagi akan melakukan olah TKP,” jelasnya.
Sabri menjelaskan, sejak awal kejadian kepolisian melalui Polsek Pekat bergerak cepat dan all out ke lapangan. “Jadi sejak kemarin sore Kapolsek Pekat langsung diinstrusikan Kapolres untuk memimpin personelnya. Setelah itu, baru datang bala bantuan dari pihak PT. SMS,” bebernya.

Dalam penanganan Karhutla itu, Kapolre Bima memerintahkah BKO personel yang terdiri dari gabungan Dalmas Sat Samapta, Polsek Tambora dan Polsek Sanggar. “Ada sekitar 30 personel diturunkan untuk giat pemadaman api itu,” ungkap Kasubbag Humas Polres Bima IPTU Hanafi.
Dikatakannya, tim BKO Polres Bima ini tugasnya membantu personel Polres Dompu, Polsek Pekat dan Pospol Doro Peti yang telah lebih dulu berada di lokasi. “Personel ini akan stand by di Polsek Tambora,” tandasnya.
Diketahui, Karhutla kawasan ini dimulai sejak Sabtu (19/10) pukul 15.15 Wita. Namun, karena luasnya wilayah yang terbakar serta minimnya peralatan pemadaman api berjalan kurang maksimal, sehingga baru sebagian titik api yang dipadamkan sampai tengah malam.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak perusahaan PT. SMS, lahan HGU perusahaan yang terbakar seluas kurang lebih 350 Ha, data tersebut diperoleh melalui citra Satelit/GPS yang memantau area lahan. (ady)
