Personel kepolisian all out memadamkan api yang menghanguskan ratusan hektare lahan tebu PT. SMS dan kawasan Taman Nasional Tambora. (ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Akibat kebakaran ratusan hektare (Ha) lahan tebunya beberapa hari lalu, PT. Sukses Mantap Sejahtera (SMS) mengalami kerugian cukup besar. “Jumlahnya diperkirakan kurang lebih Rp. 10 miliar,” ungkap Manajer External Relation PT. SMS Muhammad Haryanto pada Lakeynews.com, Minggu (20/10).

Menurutnya, peristiwa kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 350 hektare (Ha) lahan tebu. “Kerugian kami terhitung karena di atas lahan itu tebu yang dijadikan bibit untuk masa tanam 2020. Bibit ini juga untuk kemitraan dengan masyarakat sekitar,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Haryanto mengklarifikasi sejumlah pemberitaan terkait asal titik api. “Pada kejadian (kebakaran, red) Sabtu (19/10), api awalnya berasal dari kawasan HGU milik Usaha Tani Lestari (UTL). Tidak lama kemudian, api melalap tumbuhan kering, sehingga cepat merambat hingga masuk ke dalam kawasan pintu tujuh,” jelasnya. 

Dia menambahkan, sekitar pukul 16.00 Wita api semakin menjalar dan mulai masuk ke pintu enam hingga ke pintu dua yang merupakan kawasan HGU perusahaannya. “Pokoknya pukul 16.00 Wita, api sudah masuk kawasan HGU milik PT. SMS,” tandasnya.

Aparat TNI, Polri, Balai Taman Nasional Tambora (TNT) diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api. “Kami juga mengerahkan mobil pemadam kabakaran. Empat armada kami keluarkan semua sampai kemarin malam,” kata Haryanto. 

Diakuinya, api sudah mengganas, sehingga upaya pemadaman mengalami kesulitan. Api berhasil dikuasai sekitar pukul 23.00 Wita.  Tim yang terjun ke lokasi memperkirakan, kawasan yang terbakar mencapai 350 Ha.

“Kalau dilihat di lokasi, lahan tebu PT. SMS yang terbakar mencapai 300 hektare. Rinciannya, pintu 3, 4, 5 dan 6 yang terbakar 100 hektare. Sedangkan di pintu dua sebanyak 200 hektare,” sebutnya. 

Sementara pihak aparat TNI dan Polri bahu membahu turun tangan membantu. Kapolsek Pekat IPDA Abdul Malik, SH menjelaskan, bahwa sumber api awalnya berasal dari sebelah utara HGU kawasan PT. UTL yang digarap masyarakat sekitar.

Api melebar luas ke kawasan lahan tebu milik PT. SMS. “Karena anginnya bertiup kencang, akhirnya api merambat ke lahan tebu milik PT. SMS,” ungkap Malik. (ady)