Para narasumber dan sejumlah perwakilan warga etnis Donggo di Kabupaten Dompu, pose bersama usai Halal Bi Halal. (dayat/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Ratusan warga etnis Donggo di Kabupaten Dompu hadir dalam acara Halal Bi Halal Majelis Adat Donggo (MADD). Kegiatan bertema “Merajut Solidaritas Menuju Donggo Bersatu” itu berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Madaparama, Kecamatan Woja, Minggu (20/10).

Luar biasanya lagi, selain sebagai ruang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi forum ilmiah masyarakat Donggo di Bumi Nggahi Rawi Pahu. Forum menampilkan sejumlah narasumber, dengan Moderator Imam Suanto, S.Pd.

Mereka adalah Ilham Yahyu, S.Pd (Politisi Donggo), Drs. Abdul Hamid, M.Pd (Tokoh Pemersatu Donggo), M. Irwan, ST, M.Eng (Dosen Muda Unram), Drs. Sanusi H. Rasyid (Ketua Demisioner LAMDO), Drs. H. Mustamin H. Idris, Msc (Mantan Rektor UMMAT), Dr. Ihlas Hasan, M.Pd (Akademisi Muda Donggo) dan Sarwon Al Khan, S.Sos (Jurnalis Senior Donggo).

Ketua Panitia Pelaksana Sahrul Al Walid, M.Pd menjelaskan, tujuan kegiatan ini yakni menyusun suatu persatuan, menuju Donggo yang lebih baik seperti yang diharapkan. “Politik bukan tema sentral yang dibicarakan saat ini. Tetapi politik harus dibicarakan untuk mempersatukan Donggo. Itu yang lebih penting,” katanya.

Dikatakannya, sesungguhnya suku Donggo adalah satu kesatuan antara Bima dan Dompu. “Mengingat suku ini sangat kuat dan besar tentunya harus menjaga satu kesatuan agar tidak pecah. Seperti pepatah, bersatu kita kuat dan bercerai kita runtuh,” jelasnya.

Ratusan perwakilan warga etnis Donggo di Kabupaten Dompu, menghadiri Halal Bi Halal di Gedung Serba Guna Madaparama. (dayat/lakeynews.com)

Sahrul lalu mengingatkan tentang Donggo masa lalu yang berkiprah dalam dunia perpolitikan terutama sejak era Reformasi, terkait evaluasi kegagalan dan eksistensi, serta kinerja politisi yang pernah berkiprah di dunia politik.

“Donggo masa kini harus mampu bersaing dalam Pemilihan Kepala Daerah 2020 tentunya semua ini akan berhasil bila kita satukan persepsi agar kita tidak dipandang remeh oleh orang lain,” ajaknya.

Ketua Lembaga Adat Masyarakat Donggo (LAMDO) Dompu Drs. Nasrullah M. Saleh, M.Pd mengungkapkan, dirinya optimis dengan hati yang tenang dan pikiran yang tenang, dapat merajut Donggo yang lebih baik.

“Bersatu bukan hanya dibidang pertanian dan pendidikan, tapi di bidang politik kita harus lebih ditingkatkan. Ini sebagai langkah awal kita agar lebih maju kedepan,” cetusnya.

Sementara itu, Narasumber M. Irwan, ST, M.Eng, mengungkapkan di Kabupaten Dompu, etnis Donggo memiliki potensi politik yang sangat besar sebagai basis awal atau modal dasar politik. “Warga Donggo di Dompu mencapai 20 hingga 30 persen. Kita masih menjujung tinggi nilai-nilai kekeluargaan dan kekerabatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menuturkan Donggo harus mampu menyaring dan mempersiapkan kader-kader dalam rangka menghadapi Pileg dan Pilkada, terutama untuk Pilkada Dompu 2020 atau untuk menghadapi Pileg dan Pilkada 2024-2025 nantinya.

“Kader harus mampu melakukan ekspansi dan agetasi, contoh jaringan keluarga, kerabatan dan kolega yang luas, jaringan organisasi dan instansi kalau berasal dari ASN atau swasta, jaringan bisnis, pendidikan atau alumni. Selain itu kader harus memiliki keunikan, daya tarik dari dari penampilan, cerdas juga berpengalaman, milenial santun dan tegas,” inginnya.

Untuk itu, kedepan kader-kader terbaik Donggo harus berani tampil dalam dalam kontestasi politik. “Setiap Dapil harus ada kader dan hindari benturan internal, kemenangan Pileg adalah modal untuk Pilkada. Intinya, ke depan putra-putri Donggo sudah wajar menjadi Bupati Dompu (EA1) atau setidaknya Wakil Bupati Dompu (EA2),” tandasnya.

Narasumber lain, Sarwon Al Khan, S.Sos, mengingatkan bahwa dalam merajut persatuan, kiranya menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan gesekan antarsesama. “Lebih baik sedikit bicara, banyak berbuat dan tampak hasilnya,” tegasnya.

“Jangan terlalu banyak teori yang tidak mampu dipraktikan. Sedikit saja teorinya tapi perbanyak actionnya,” sambung Sarwon yang saat itu berbicara tentang Media sebagai Instrumen Sosialisasi Budaya Donggo.

Salah satu Narasumber Sarwon Al Khan dan Ketua Panitia Halal Bi Halal Sahrul Al Walid di sela-sela kegiatan di Gedung Serba Guna Madaparama. (dayat/lakeynews.com)

Mantan Redaktur Pelaksana Lombok Post (Jawa Pos Grup) itu berharap agar Donggo yang akan datang mengatur strategis yang matang untuk menghadapi dan menjalani segala sendi (bidang) kehidupan.

Diketahui, mayoritas warga etnis Donggo, bermata pencaharian sebagai petani. Maka upaya dan perjuangan di sektor pertanian ini harus makin diperkuat dan diutamakan. Demikian pula di bidang politik, agar tidak terus menjadi korban “drakula politisi” perlu ditata lagi strateginya untuk menghadapi apapun kontestasi politik kedepan.

“Saya, sesuai bidang dan profesi yang digeluti, salah satunya akan memperkuat sisi sumber daya manusia sebagai ujung tombak dan pendobraknya,” tuturnya dengan tegas.

Pantauan Lakeynews.com, meski diwarnai dinamika, pertemuan itu berlangsung penuh kekeluargaan. Peserta tampak antusias mendengarkan paparan pemateri. Mereka juga antusias mengajukan sejumlah pertanyaan, masukan, saran hingga kritikan. (ady/yat)