
DOMPU, Lakeynews.com – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Dompu H. Khairul Insyan, SE mengecam tindakan perusakan sejumlah fasilitas dan sarana objek wisata oleh oknum tertentu. Seperti, long mark atau papan nama Lakey Beach (Hu’u), Sarae Nduha (Pekat), Barugak di Nanga Toi dan Barugak di Paropa Mbuju (Kilo), serta beberapa tempat lainnya.
“Itu tindakan biadab yang benar-benar tak beradab. Aparat kemanaan harus bertindak dan memberi hukuman yang seberat-beratnya bagi mereka,” katanya saat pembukaan acara pelatihan manajemen pengelolaan homestay di Dompu.
Dikatakannya, dirinya sangat heran dengan karakter yang merusak, membakar dan memboikot itu. “Maunya apa sebenarnya, kita bangun dan majukan pariwisata itu untuk mereka juga kan,” tandasnya.
Tentu saja, kata pria yang akrab disapa Dae Mpera ini, kalau saja karakter ini terus dibiarkan percuma saja daerah ini memiliki potensi dan keindahan alam yang luar biasa. “Pasti orang tidak akan sudi berkunjung dan berwisatawa ke daerah kita. Intinya wisatawan itu butuh kenyamanan dan keramahan,” paparnya.
Harusnya, menurut dia, masyarakat mencontohkan bagaimana peran aktif dan keramahan masyarakat Bali, Lombok dan NTT dalam pembangunan pariwisatanya. “Mereka sangat senang dan berinisiatif sendiri membangun dan memperkenalkan potensi pariwisata daerahnya masing-masing,” tuturnya.
Dae Mpera menjelaskan untuk merubah karaktek dan sikap yang tidak membangun itu harus dilawan dengan mengedepankan pendekatan budaya dan kearifan lokal warga setempat. “Intinya Kepala desa setempat harus merangkul atau menggandeng orang-orang tersebut di setiap perencanaan dan pembangunan,” cetusnya.
Selain itu, untuk keamanan objek wisata, dia mengusulkan pihak keamanan agar terlibat aktif. “Kan bisa dibuatkan patroli berjenjang, dengan melibatkan berbagai pihak seperti kepala desa dengan jajarannya dan para tokoh masyarakat setempat,” tandasnya. (ady)
