
BIMA, Lakeynews.com – Anjing yang diduga kuat gila dan terjangkit virus rabies masih merajalela di Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima. Salah satu dari beberapa ekor anjing gila yang berseliweran menggigit dan melukai siswa SDN O’o, Fatahilah (9), asal Dusun Tolo Lembo, Desa Mpili, Kamis (17/10) malam.
Akibat gigitan anjing tersebut, Fatahilah yang saat ini duduk dibangku kelas tiga SD ini mengalami empat luka sobek yang menganga dan dalam. Korban terluka dua di bagian paha dan dua di bagian betisnya.
Informasi yang dihimpun Lakeynews.com, saat kejadian sekitar pukul 18.30 Wita, korban baru selesai belajar bersama di rumah temannya, Askal (9). Dia hendak pulang ke rumahnya. Tiba-tiba seekor anjing muncul dari belakang, kemudian menerkamnya.
Korban yang saat itu sedang sendirian terjatuh dan berteriak meminta pertolongan. Sesaat kemudian seorang warga setempat, Maulana menolongnya. Selanjutnua membawa korban ke Puskesmas Donggo di Desa O’o untuk pertolongan dan perawatan medis.
Siti Aminah, ibunda korban pada Lakeynews.com berharap, anjing itu bisa segera ditangkap dan dibunuh. Apalagi keberadaan anjing tersebut karena sangat menghantui warga sekitar.
“Anjing itu harus segera dibunuh. Kalau tidak, akan ada banyak korban selanjutnya,” ujarnya ketika ditemui di Puskesmas.
Tak lama setelah kejadian, warga setempat yang sebagian besar anak muda berusaha mencari dan memburu anjing tersebut. Sampai pukul 02.30 dini hari, Jumat (18/10), warga yang dikomandoi anggota terpilih Badan Permusyawatan Desa (BPD) Mpili Sumitro Ibrahim masih menyisir perkampungan dan sekitarnya.
Pantauan media ini, mereka keluar masuk gang dan lorong. Namun, hingga menjelang subuh, binatang berbahaya yang dicari belum juga ditemukan.
Sementara itu, di Puskesmas, korban lekas mendapat pelayanan petugas medis. Begitu sampai, luka-luka korban langsung dicuci dengan air bersih dan sabun anti septik.
“Harus dicuci dengan air bersih dan sabun anti septik agar virus tidak menyebar ke bagian tubuh lain,” kata Kepala Puskesmas Donggo Sri Hartati melalui Petugas Survelains Taufikurahman, S.Kep.Ps pada Lakeynews.com di sela-selat merawat korban.
Setelah dibersihkan, luka-luka korban disuntik dengan obat bius. Selanjutnya dijahit dengan beberapa jahitan. Baru terakhir diperban.
Selain itu, korban disuntik dengan vaksin di lengan kiri dan kanannya. Masing-masing satu kali. Pemberian vaksin kepada pasien ini akan terus berlanjut sampai tiga kali.
“Pertama sekarang (hari H kejadian); kedua, pada hari ketujuh; dan ketiga, pada hari ke-21,” sambung Taufikurahman. (rom/yat)
