Kasi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Dompu Aminuddin, S.Gz. (romansah/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Perhatian dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terus ditingkatkan Pemkab Dompu. Salah satunya dengan Program Peningkatan Revitalisasi Posyandu Konvensional menjadi Posyandu Keluarga.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Dompu Hj. Iris Juita Kastianti, SKM, M.MKes melalui Kasi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat (Kes-PM) Aminuddin, S.Gz, awalnya Program Posyandu Konvensional terbatas untuk ibu hamil dan balita (bayi lima tahun) saja.

Namun, seiring dengan adanya perkembangan dari Posyandu Konvensional menjadi Posyandu Keluarga, maka sasaran pelayanan diperluas.

“Dalam Posyandu Keluarga ini, selain ibu hamil dan Balita, juga ada pelayanan remaja dan lanjut usia (Lansia). Termasuk untuk mendeteksi penyakit supaya tidak menular,” jelas Aminuddin pada wartawan di kantornya, Selasa (15/10).

Sekarang, lanjutnya, sudah terintegrasi dalam semua pelayanan. Termasuk dengan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). “Dinas Kesehatan berkerja sama dengan PAUD,” ungkap Aminuddin.

Di wilayah Puskesmas yang ada PAUD-nya, akan melakukan kordinasi (PAUD dan Puskesmas). Ada juga beberapa Puskesmas yang berintegrasi dengan bank sampah.

“Yang paling bagus pelaksanaan integrasi dengan bank sampah, wilayah Puskesmas Kempo,” tandasnya.

Tingkat advokasi teman-teman Puskesmas Kempo, lanjutnya, begitu maju dalam bekerja sama dengan bank sampah. “Sehingga di sanalah yang menonjol,” ungkap Aminuddin.

Dalam Posyandu Keluarga ini, sambungnya, Kepala Dikes Hj. Iris Juita Kastianti sangat antusias mewujudkan seluruh Posyandu Konvensioanal menjadi Posyandu Keluarga.

“Sekarang dari 433 Posyandu sudah terbentuk 238 Posyandu Keluarga. Itu sesuai dengan laporan yang sudah masuk dan dari data terakhir Agustus 2019,” tandasnya.

Harapan sekaligus instruksi Kadikes, per 31 Desember ini, 433 Posyandu yang ada menjadi Posyandu Keluarga Tetap. Sekarang masih ada 195 Posyandu Kovensional yang akan kita tambahkan menjadi Posyandu Keluarga per 31 Desember tahun ini.

Manfaat Posyandu Keluarga ini, sasarannya semua umur. “Semuanya akan dilayani di sana,” ungkapnya.

Remaja misalnya, dilayani untuk mendeteksi kesehatan. “Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya Remajaker (remaja kekurangan energi),” ungkap Aminuddin.

Menurut dia, sekarang ada masalah Stunting atau gagal tumbuh. “Dengan Posyandu Keluarga ini, kita mulai melayani mulai usia remaja sampai lanjut usia,” jelasnya.

Lalu apa dasar dasar Hukum pelaksanaan Posyandu Keluarga ini?

“Sudah ada Peraturan Bupati Nomor 42 Tahun 2019,” jawabnya.

Posyandu Keluarga dimulai tahun 2015. “Kami merespon mulai tahun 2018, sekitar bulan September,” papar Aminuddin.

Lounching pertamanya di wilayah Dompu Timur. Yakni Desa Kareke. Namun, yang lebih bagus, Puskesmas Kempo dan Puskesmas Dompu Barat. “Itu yang punya progress kecepatan pembentukan Posyandu,” tuturnya.

“Sedangkan untuk Puskesmas Kota Dompu, masih relatif. Belum begitu cepat dalam perubahan Posyandunya,” tambahnya. (rom)